KONSUMSI menu berlemak dengan diimbangi makanan berserat ber-laku juga bagi anak-anak. Terlebih bagi anak-anak yang mengalami kegemukan atau obesitas.

Menurut, Ahli Gizi & Manager Lay-anan Gizi Boga dan Binatu RS Jogja International Hospital Kartika Nur Fitriani, S.Gz, Dietizien, MPH, kasus obesitas pada anak tidak mungkin terjadi secara instan. Ada proses dalam kurun waktu tertentu dengan ka-rakteristik yang berbeda-beda, se-hingga mengakibatkan kelebihan lemak tubuh.

“Ada prosesnya, sama halnya dengan kasus kekurangan gizi, kasus obesitas itu pasti sudah ber-langsung lama,” ujar Kartika.

Sebagai contoh, seorang anak mengonsumsi makanan yang ba-nyak mengandung lemak atau kar-bohidrat saja. Kondisi itu dibiarkan dalam jangka waktu yang lama, itu bisa terjadi obesitas.

Menurutnya, pada usia sekolah, peran orangtua ikut andil besar pada tumbuh kembang anak. Karena apa yang dikonsumsi anak, di se diakan oleh orangtua. Untuk itu, sebaiknya orangtua memiliki alarm. Jika me lihat bentukan tubuh si anak mulai ter-lihat tidak normal, mulai diatur atau direm porsi makannya.

“Jadi yang perlu dilihat apakah berat badannya sesuai umur, tinggi badannya sesuai umur, lalu propor-sional antara berat badan dan tinggi badan. Jangan dibandingkan dengan anak lain, karena belum tentu tinggi anak sama, umurnya sama,” papar-nya.

Dijelaskan, berapa lama proses itu hingga bisa terjadi obesitas, karak-teristiknya berbeda-beda pada setiap orang. Tergantung jumlah dan intensitas makanan yang dikon-sumsinya. Juga perlu dilihat, apakah seseorang tersebut memiliki bakat turunan atau tidak.

Sama halnya dengan prosesnya yang terjadi dalam jangka waktu yang lama, untuk menormalkan kembali atau kembali ke tubuh proporsional juga tidak bisa didapat dalam waktu singkat. “Bertahap dan dibantu dengan aktivitas fisik,” ujarnya.

Selain membutuhkan waktu dan bertahap, juga harus diimbangi dengan mengonsumsi makanan yang kandungan lemaknya rendah. Me-ngubah gaya hidup dengan olahraga teratur juga jadi poin penting untuk memiliki berat badan tak berlebih. “Kalau makannya banyak, tapi rajin olahraga bisa menghindari obesitas pada anak,” ujarnya. (dya/ila/ong)