Guntur Aga T / Radar Jogja Online
Para siswa melihat sejumlah karya dalam pameran KIR pelajar, di Taman Pintar Jogja, Senin (18/7).
IMBAUAN Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan agar orangtua mengantarkan anaknya saat hari pertama ma-suk sekolah direspons positif. Ini dibuktikan dengan tingkat kehadiran orangtua yang mengantarkan anaknya, kemarin (18/7).

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Sleman Arif Haryono menjelaskan, kehadiran orangtua siswa mengantarkan anaknya bahkan ada yang mencapai 85 persen seperti di SMAN 1 Sleman.

“Ini menandakan respons orang tua cukup bagus untuk ikut terlibat,” jelas Arif ditemui di kantornya, kemarin.

Di SMAN 1 Sleman, orangtua dikumpulkan di ruang aula. Mereka dijelaskan mengenai tata tertib yang ada di sekolah. Orangtua juga mendapatkan penjelaskan mengenai sistem pembelajaran yang dijalankan di SMAN 1 Sleman
Dengan adanya koordinasi langsung antara masyarakat dan guru, orang tua diharapkan ikut terlibat dalam mendukung pen-didikan dan melakukan pe-ngawasan anak di sekolah.

Tidak hanya di SMAN 1 Sleman yang tingkat kehadiran orang tuanya tinggi. Di dua sekolah lain SMKN 1 Seyegan dan SMAN 1 Seyegan. Di sana kehadiran orangtua mencapai 75 persen. orangtua, diperkenankan me-nyaksikan langsung kegiatan siswa baru dihari pertama masuk sekolah.

Sementara itu secara ke suluran jalannya masa orientasi atau yang saat ini dikenal dengan sebutan pengenalan lingkungan sekolah (PLS) berjalan sesuai dengan kebijakan yang di-keluarkan Kemendiknas. Dimana tidak ada lagi siswa senior atau organisasi siswa intra sekolah (OSIS) yang terlibat dalam ke-giatan PLS.

Tidak hanya para guru, be berapa instansi seperti kepolisian dan TNI AD dilibatkan untuk me ngisi PLS. Seperti dari Polres Sleman dan Kodim yang diberikan kesempatan untuk pendidikan karakter dan budi pekerti. Juga diberikan sosialisasi mengenai tertib berlalu lintas dan bahaya narkoba.

Dihubungi terpisah, Inspektur Sleman Suyono mengatakan, belum bisa mengetahui secara pasti jumlah pegawai negeri sipil (PNS) yang mengantarkan anaknya dihari pertama sekolah.

“Bila ada yang telat tetapi tidak ada izinnya otomatis akan di-kenakan potongan tunjangan perbaikan penghasilan (TPP),” jelasnya.

Sementara itu, PLS di Kota Jogja juga dirasa lancar. Kepala SMAN 3 Jogja Dwi Rini Wulan-dari menyambut positif pe-nerapan PLS. Rini mengungkap-kan, dengan diterapkannya PLS, pengenalan Kurikulum 13 lebih efektif.

Alasannya, guru lebih memahami untuk menjelaskan kepada siswa baru. Sedangkan di SMAN 10 Jogja pemberian materi PLS tak hanya dilakukan guru, tapi juga Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah.Selain itu materi PLS juga di-berikan oleh beberapa instansi lainnya. Mulai dari Kemenkum-ham, tim BNN, hingga yayasan yang bergerak dibidang anti-bullying.

“Orangtua ikut mengan-tarkan siswa-siswa mereka ke sekolah. Beberapa di antaranya juga terlihat ikut upacara ben-dera,” tegas Kepala SMAN 10 Jogja Basuki.

Ketua PLS SMAN 10 Jogja Purwantini mengimbau, agar orangtua mengantar anaknya sekolah. Terutama bagi siswa baru yang masih duduk di bangku kelas X. Alasannya adalah siswa pada usia ini rata-rata belum memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM).

“Kami juga sudah lakukan im-bauan kepada orangtua. Khusus untuk siswa kelas X tidak diizin-kan membawa kendaran bermo-tor,” ujarnya. (bhn/dwi/ila/ong)