Radar Jogja Online
SALING MEMAAFKAN: Wakil Gubernur DIJ KGPAA Paku Alam X (kiri) menyalami Bupati Gunungkidul Badingah saat acara Syawalan di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari.
GUNUNGKIDUL – Wakil Gubernur DIJ KGPAA Paku Alam (PA) X mewakili gubernur melakukan syawalan dan halal bil halal dengan masyarakat Gunungkidul. Pada kesempatan tersebut, ia minta semua pihak mengambil hikmah ramadan dan lebaran.

“Acara syawalan ini bertujuan untuk menjaga silahturahmi antarumat beragama. Hari raya merupakan puncak perjalanan dan perputaran hidup dalam satu tahun. Semoga sebulan lamanya ditempa dapat meningkatkan iman dan takwa,” kata PA X di depan ratusan pejabat dan tokoh masyarakat di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Senin (18/7).

PAX melanjutkan, Ramadan merupakan bulan suci dan pensucian rohani. Maka kesadaran akan hidup sebagai makhluk Tuhan harus menjadi lebih baik. Puasa membimbing manusia untuk mendapatkan kembali fitrah dan kesucian.

“Banyak pengamat mengatakan persoalan negara ini adalah akibat masyarakat dengan tingkat saling percaya yang rendah atau low trust society,” ungkapnya.

Menurutnya, demokrasi yang sehat tidak mungkin tumbuh dan berkembang dalam masyarakat yang berfikir negatif terhadap orang lain.Dengan hari raya, manusia diharapkan kembali tampil sebagai manusia suci dan harus menyadarai. Kesucian merupakan pembawaan alamiah.

“Semoga semua tergolong mereka yang kembali ke fitrah dan berhasil dalam latuhan atau nafsu ego, ” ucapnya.

Bupati Gunungkidul Badingah menyampaikan kekurangan dan kelebihan pemerintahan yang dipimpin. Kekurangannya, angka kemiskinan masih tinggi serta kualitas pendidikan harus ditingkatkan.

Di sisi lain, Badingah mengungkapkan perkembangan perekonomian tingkat desa menunjukkan progres postif. Salah satunya perkembangan BUMDes. Dengan adanya dana keistimewaan, sejumlah budaya daerah dikembangkan. Mulai ketoprak hingga wayang kulit.

“Akan terus diberdayakan dan dimaksimalkan untuk mendukung pariwisata yang saat ini tengah berkembang,” tegas Badingah.(gun/hes)