MUNGKID – Bencana tanah longsor di Lereng Sumbing muncul lagi. Kali ini terjadi di Dusun Prampelan, Adipuro, Kaliangkrik.

Selain menerjang bangunan masjid, longsoran juga menutup jalan penghubung antardusun. Akibatnya, warga tidak bisa keluar-masuk dusun tersebut.

Begitu situasi dianggap aman, ratusan orang dan relawan berusaha membuka akses jalan. Sebagian dari mereka ada yang memperbaiki bagian masjid yang rusak.

Peristiwa tanah longsor terjadi saat Lereng Sumbing diguyur gerimis Senin petang (18/7), sekitar pukul 16.30. Gerimis memang hanya berlangsung 30 menit. Namun, tebing di sebelah jalan dan bangunan masjid longsor. Material tanah menutupi jalan, menimpa tempat wudlu dan halaman masjid. Panjang longsoran sekitar 40 meter dengan tinggi 20 meter dan lebar 3 meter.

“Material tanah lalu menutup akses jalan, ” ungkap Sunari, 50, warga Dusun Prampelan, Selasa (19/7).

Oleh warga dan relawan, material tanah dibersihkan Selasa pagi (19/7), mulai pukul 08.00.

“Pintu masjid sempat tertutup material tanah. Untungnya, sudah bisa dibuka dan warga bisa memanfaatkan untuk salat berjamaah,” jelasnya.

Kades Adipuro Waluyo menambahkan, setelah longsor, warga diminta mendata anggota keluarganya. Ia khawatir jika ada korban yang tertimbun material tanah. Hingga Selasa siang (19/7), tidak ada satu orang pun yang melaporkan anggota keluarganya hilang.

“Kami buka laporan sampai pagi, namun tidak ada yang melapor. Mudah – mudahan tidak ada korban, ” katanya.

Akibat kejadian itu, saluran air bersih untuk 80 kepala keluarga putus. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 15 juta.

Seperti diketahui, Desa Adipuro merupakan daerah rawan bencana longsor. Dari total 3.345 jiwa yang tersebar di dua dusun, 500 jiwa tinggal di wilayah rawan longsor. Rumah mereka berdiri di tebing.

“Jika terjadi hujan lebih dari 3 jam, kami minta warga mengungsi. Untuk rumah yang dekat tebing, diimbau tidur di bagian depan rumah, ” pintanya.

Kasi Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Nur Hadiyanta mengaku sudah menberikan bantuan logistik untuk mereka yang tengah bekerja bakti. Ia juga berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Energi Sumber Daya Mineral untuk mendatangkan alat berat backhoe. Material longsoran dibersihkan dengan alat berat. “Nantinya tebing dibuat bertingkat, agar tak terlalu rawan longsor,” katanya.(ady/hes)