HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
SALING MEMAAFKAN: Gubernur DIJ Sultan HB X didampingi Wagub KGPAA Paku Alam X saat Syawalan dengan warga Kulonprogo di Gedung Kesenian, Wates kemarin (19/7)
KULONPROGO- Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo memastikan, Pemkab Kulonprogo tidak tinggal diam dan masih terus memperjuangkan kompensasi tanah bagi warga penggarap lahan Paku Alam Gorund (PAG) di Temon. Menurutnya, KGPAA Paku Alam X segera menggodok keputusan tentang kompensasi tanah bagi warga penggarap tersebut.

“Paku Alam juga akan sangat mendengar arahan gubernur. Dan kami akan menunggu keputusannya. Ini agar warga bisa mendapatkan kepastian,” kata Hasto usai Syawalan bersama Gubernur DIJ Sultan HB X dan Wakil Gubernur DIJ KGPAA Paku Alam X di Gedung Kesenian Wates, kemarin (19/7).

Sultan HB X menegaskan, tahapan pembangunan New Yogyakarta International Aiport (NYIA) saat ini masih pada tahap pembebasan lahan. Yakni musyawarah bentuk ganti rugi dengan warga penggarap. Sedangkan realisasi pembayaran ganti rugi akan dilakukan Agustus. “Setelah itu Angkasa Pura akan berkoordinasi dengan kami untuk perencanaan setelah pembebasan lahan,” tegasnya.

Seperti diketahui, warga penggarap lahan Paku Alam Ground (PAG) yang terdampak bandara di Temon terus meminta pihak Puro Pakualaman memberikan kepastian kompensasi. Sementara KGPAA Paku Alam X memilih tidak berkomentar terkait hal itu.

Kepala Desa Glagah Agus Parmono menyatakan, warga penggarap lahan PAG baik di sektor pertanian maupun penginapan dan lainnya berharap segera mendapatkan kepastian mengenai kompensasi tanah bagi mereka.

Menurutnya, saat ini muncul pernyataan belum resmi bahwa Kadipaten Puro Pakualaman akan memberikan kompensasi tanah sebesar Rp 25.000 per meter persegi. “Jika kompensasi yang diberikan hanya sebesar itu, warga keberatan karena masih merasa dirugikan,” jelasnya. (tom/din/ong)