GUNUNGKIDUL – Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Gunungkidul tidak patah semangat dalam menggaet target pendapatan asli daerah (PAD) tahun ini. Padahal, situasi sekarang tidak kondusif.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Gunungkidul Saryanto optimisme bisa mencapai target PAD dan jumlah kunjungan wisatawan sekitar dua juta orang bakal terwujud. Menurutnya, hingga bulan ini, target rupiah sudah diangka aman.

“Target sudah mencapai 60 persen dari total target awal. PAD diharapkan mampu mencapai Rp 22.698.500.000 dengan jumlah pengunjung 2.815.225,” kata Hary Sukmono Selasa (19/7).

Ia menjelaskan, PAD tersebut berasal dari kawasan sektor wisata Pantai Selatan, Gua Pindul, Sri Gethuk, Gunung Nglanggeran, dan sejumlah objek wisata lain yang sudah diberlakukan penarikan retribusi oleh pemda.

“Saat libur Lebaran, ada penurunan jumlah wisatawan sebanyak 10 persen. Namun jika melihat tren kunjungan wisatawan kami optimistis target terpenuhi,” katanya.

Namun, Saryanto menambahkan, akan beda cerita jika ada perubahan target kunjungan maupun pendapatan pada APBD Perubahan mendatang. Kalau ke depan target ditambah, Ia mengaku pesimistis hasilnya sesuai harapan.

“Kalau target awal saya optimistis tercapai. Kalau nanti ada perubahan jumlah target, saya kok ragu,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid Pengembangan Produk Wisata Disbudpar Gunungkidul Hary Sukmono mengatakan, libur lebaran terjadi penurunan, namun tetap mampu mendorong peningkatan PAD sektor pariwisata. “Sebanyak 88 persen, destinasi wisata pantai masih menjadi favorit pengunjung,” kata Hary Sukmono.

Kabar menggembirakan lainnya, kunjungan di objek wisata minat khusus mengalami peningkatan. Di antaranya Objek Wisata Kali Suci. Bahkan, pengunjung tidak semua bisa melakukan susur gua karena dibatasi.(gun/hes)