MAGELANG – Kota Magelang bakal kembali meraih penghargaan di bidang lingkungan berupa Piala Adipura tahun 2016 untuk kelas kota sedang. Berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini mendapat Piala Adipura untuk kategori Kirana.

Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Magelang Machbub mengatakan, mulai tahun ini Adipura dibagi menjadi lima kategori, yakni Adipura Buwana, Kirana, Karya, Bhakti, dan Paripurna. Sementara tahun-tahun sebelumnya hanya ada Adipura dan Adipura Kencana.

“Di momen perdana ini, Kota Magelang meraih Adipura Kirana yang akan diterima pada upacara penyerahan di Kabupaten Siak, Riau, Jumat (22/7). Sebenarnya perubahan ini berlaku 2017, tapi Kementerian Lingkungan Hiudp ingin menyegerakannya tahun ini,” ujarnya kemarin (19/7).

Dia menuturkan, kategori Adipura Kirana merupakan gabungan dari lingkungan dan ekonomi untuk mewujudkan kota yang menarik investasi dan pariwisata (attractive city). Hal ini meliputi transparansi, akuntabilitas, mandiri, dan tanggung jawab.

“Lingkungan dan trade, tourism, and invesment (TTI) tidak dapat dipisahkan dalam sebuah kota. Kota Magelang sebagai kota sedang dinilai layak menerima penghargaan ini, karena dalam penilaian sesuai kriteria-kriteria tersebut,” jelasnya.

Sementara untuk Adipura Buawana, katanya, penggabungan unsur lingkungan dan sosial untuk membentuk kota yang laik huni. Adipura Karya merupakan penggabungan aspek sosial dan ekonomi untuk membentuk productive city yaitu penciptaan lapangan kerja, pendidikan, kesehatan, dan lainnya.

“Adipura Bhakti diberikan kepada kepala daerah terbaik yang progresif, kolaboratif, dan kreatif. Terakhir Adipura Paripurna diberikan ke daerah yang memenuhi keseluruhan aspek dalam Adipura Buwana, Kirana, Karya, dan Bhakti,” tuturnya.

Mahbub mengungkapkan, dalam proses penilaian tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Jika sebelumnya dilakukan penilaian beberapa kali dengan verifikasi sekali, tahun ini sebaliknya dengan lebih banyak verifikasi.

“Penilaian hanya sekali sekitar bulan April lalu. Tapi, verifikasi dilakukan berkali-kali yang tidak kami ketahui. Kami hanya mengetahui verifikasi sekali yakni di akhir. Selanjutnya paparan Wali Kota Sigit Widyonindito di pusat,” paparnya.

Menurutnya, raihan prestasi ini tidak lepas dari upaya banyak pihak dalam mewujudkan kebersihan di Kota Magelang. Utamanya pengolahan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) yang merupakan titik terpenting dalam penilaian Adipura.

“Di TPA tidak boleh ada open dumping atau sampah dibuang begitu saja. Kami juga upayakan pengurangan volume sampah, inovasi pengolahan, bank sampah, dan inovasi pengolahan limbah daging menjadi pupuk cair,” jelasnya. (nia/laz/ong)