JOGJA-Hanya berada di posisi keempat Grup 4 pada putaran pertama ISC Seri B 2016 membuat PSIM Jigja harus berbenah. Apalagi pada pertandingan terakhir, mereka tersandung di kandang PSIR Rembang dengan skor 2-1, akhir pekan lalu. Hal ini memaksa pihak Pangeran Biru harus menambah amunisi.

Menurut Ketua PSIM Jogja Agung Damar Kusumandaru, hasil evaluasi dan rapat yang dilakukan pada Senin (18/7) lalu, selain mengevaluasi permainan PSIM di kandang PSIR juga keinginan menambah pemain.

“Pelatih kemarin menyampaikan membutuhan pemain di tiga posisi, yakni gelandang bertahan, striker dan wing bek,” katanya kemarin (19/7).

Diakui, saat ini pihaknya sedang dalam posisi mencari pemain yang sudah jadi. Dengan fokus mencari nama-nama pemain untuk mengisi tiga posisi yang dibutuhkan tim, terutama untuk gelandang bertahan dan striker. Dua lini ini menurutnya yang paling membuthkan asupan pemain baru.

“Namun harus sudah jadi. Sehingga bisa memberikan sentuhan berbeda pada pola permainan tim,” tuturnya.

Dirinya menambahkan, dalam minggu ini bersama tim pelatih sudah mengoleksi beberapa nama calon pemain yang akan didatangkan sesuai dengan kebutuhan tim.

“Kami secepatnya, karena sudah juga mencari pemain dan waktu juga tidak banyak. Jadi kami cari semampu kami, kalau ternyata tidak ketemu, ya kami maksimalkan pemain yang ada,” ungkapnya.

Sementara itu, hasil evaluasi Pangeran Biru di Stadion Krida akhir pekan lalu memang karena faktor fisik para pemain yang turun. Permainan yang sudah padu diawal babak pertama dan bahkan unggul lebih dulu lewat tendangan Juni Riyadi, para pemain tidak bisa mempertahankan itu. Sehingga tuan rumah bisa menyamakan kedudukan. Di babak kedua, kondisi fisik yang semakin menurun dimanfaatkan tuan rumah untuk menambah gol.

“Ya, anak-anak ceroboh karena tidak menjaga fisiknya saat libur. Untuk itu kami tegaskan kepada para pemain untuk lebih professional lagi. Meskipun ini sifatnya turnamen, namun levelnya sudah seperti professional,” tandasnya.(dya/dem/ong)