SLEMAN–Mencetak 10 gol dalam enam pertandingan putaran pertama ISC Seri B 2016 Grup 5 belum membuat puas PSS Sleman. Padahal jumlah gol tersebut masih di atas para pesaing Green Squad yang saat ini menjadi pemimpin klasemen. Masalah finishing touch dianggap persoalan tersendiri bagi Tactician PSS Seto Nurdiyantoro, yang pada masa menjadi pemain berposisi sebagai striker maupun gelandang menyerang.

Dalam latihan di Lapangan Tridadi Sleman, kemarin sore, Seto menyempatkan mengasah penyelesaian akhir. Finishing touch Green Squad sedikit mendapatkan sorotan usai pertandingan melawan Martapura kemarin. Sebab, dari beberapa percobaan yang dilakukan PSS ke gawang Martapura kemarin, hanya satu yang berbuah gol. Rizky Novriansyah, Tri Handoko, dan Dicky Prayoga tampak kesulitan untuk menaklukan penjaga gawang Martapura saat open play.

Menariknya, latihan finishing touch dilakukan dengan game ringan antarpemain. Semua pemain PSS diberikan enam kali kesempatan untuk menembak ke gawang yang dijaga sang kiper. Bagi pemain yang tidak bisa memasukkan bola akan mendapatkan hukuman yaitu menjadi sasaran tembak para pemain lain.

Alhasil, Wahyu Sukarta menjadi “korban” karena gagal memasukkan bola pada enam kesempatan. Wahyu mendapatkan punishment menjadi sasaran tembak para pemain lain. Latihan ringan ini dilakukan Seto untuk menjaga agar pemain tidak jenuh saat mengikuti latihan.

“Kondisi pemain saat ini baik semua. Kami akan terus melihat perkembangan tim sebelum laga. Latihan penyelesaian akhir diselingi challenge agar pemain antusias dan tidak jenuh,” katanya, kemarin.

Seto masih ingin mencari pemain di lini tengah yang memiliki style bermain yang berbeda dengan pemain yang sudah dimiliki sekarang. Mahadirga Lasut dan Candra memiliki tipikal bermain cantik. Sedangkan yang dibutuhkan Seto saat ini adalah seorang gelandang yang memiliki tipikal perusak permainan lawan.

“pemain yang kita rekrut, harus memiliki kualitas di atas atau minimal sama dengan pemain yang ada,” tuturnya.

Pada putaran kedua nanti, Green Squad akan menjamu PSBI Blitar di Maguwoharjo International Stadium (MIS), Sabtu (23/7). Pada putaran pertama, mereka bisa memenangi laga melawan PSBI Blitar di kandang lawan, dengan skor akhir 2-1. Meski memiliki rekor bagus saat bertandang ke Blitar, Seto tetap waspada dengan skuad asuhan Purwanto.

“Jelang laga lawan PSBI, kami akan mengevaluasi tim terlebih dahulu. Terutama transisi di lini tengah. Saat away, kami bisa memenangkan laga lawan PSBI. Namun, skuad mereka saat ini pasti jauh lebih baik lagi. Dan kami akan tetap waspada,” tandasnya. (cr4/dem/ong)