Perbaikan Saluran Drainase Diperkirakan Sampai September

JOGJA- Proyek revitalisasi drainase di Kota Jogja dimulai. Konsekuensinya, sebagian akses jalan di jantung pemerintahan ditutup sementara.

“Saluran drainase kerap ambrol sepanjang 745 meter,” jelas Kepala Bidang Drainase dan Pengairan, Dinas Permukiman dan Prasarana (Kimpraswil) Kota Jogja Aki Lukman kemarin (20/7).

Penutupan jalan dilakukan tiga tahap. Sesuai lokasi penggalian saluran. Pertama, dari depan Kantor Pos Muja-Muju sampai Simpang Empat Jalan Kerto. Proyek yang mulai dikerjakan sejak Selasa (19/7) diperkirakan selesai selama dua minggu.

Selanjutnya, jalan ditutup dari simpang empat Jalan Kerto hingga Simpang Empat Jalan Ipda Tut Harsono. Penutupan tahap kedua ini juga berlangsung selama dua pekan. Terakhir, dari Simpang Empat Jalan Ipda Tut Harsono hingga sisi barat Masjid Diponegoro. “Penutupan jalan khusus tahap ketiga memang paling lama. Kami perkirakan selama sebulan karena paling panjang. Anggarannya saja mencapai Rp 11,3 miliar,”jelas Aki.

Penutupan jalan dilakukan karena proyek tersebut memerlukan penggalian jalan untuk memasang box culvert.

Total waktu penutupan jalan tersebut diperkirakan berakhir pada September. “Selanjutnya tak ada lagi proyek pembangunan. Tinggal masa perawatan,” lanjutnya.

Aki menyebut, ada dua sekolah yang terkena dampak langsung proyek drainase. Siswa atau pengantar bisa mengakses jalan-jalan tersebut dengan sepeda motor. Kendaraan roda empat dilarang melintas. Mengenai hal itu, Aki menyebut telah menyosialisasikannya kepada warga dan instansi yang dimungkinkan terdampak proyek.

Anggota Komisi C DPRD Kota Jogja Muhammad Fursan mengimbau agar pelaksana proyek lebih mempertimbangkan dampak sosial dengan detail. “Benar ini pembangunan fasilitas umum. Tapi jangan sampai mengganggu aktivitas lain di sekitar proyek,” ingatnya. (eri/yog/ong)