HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
DARI DEKAT: Sejumlah pimpinan DPRD KUlonprogo saat meninjau proyek Pelabuhan Tanjung Adikarta kemarin (20/7).
KULONPROGO-DPRD Kulonprogo berharap pemerintah segera menuntaskan pembangunan pelabuhan perikanan Tanjung Adikarta di Desa Karangwuni, Wates. Akibat belum tuntas, kapal-kapal berukuran besar belum bisa masuk ke pelabuhan yang dibangun sejak awal 1990-an itu.

“Salah satu penyebabnya adalah belum optimalnya fungsi bangunan pemecah ombak (breakwater). Kami berharap pemerintah memperpanjang breakwater,” kata anggota Komisi II DPRD Kulonprogo Priyo Santoso kemarin (20/7).

Menurutnya, sangat disayangkam jila pelabuhan ini tidak bisa segera berfungsi karena biaya yang dikeluarkan sudah cukup besar. Kondisi infrastruktur pendukung seperti TPI dan beberapa bangunan lain yang hingga saat ini belum difungsikan juga akan rusak sia-sia jika dibiarkan.

Ketua DPRD Kulonprogo Akhid Nuryati mengatakan, meskipun banyak kendala Pelabuhan Tanjung Adikarta harus segera diselesaikan. Sebab akan menjadi salah satu faktor penentu peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dari aspek konstruksi memang berat, karena gelombang laut selatan cukup besar. “Kami yakin pemerintah bisa membangun dan mengoptimalkan fungsi breakwater seperti yang sudah direncanakan. Yang penting ada sinergi dari Pemkab Kulonprogo, Pemda DIJ, dan pemerintah pusat,” ungkap politisi PDIP itu. (tom/din/ong)