Harnum Kurniawati/Radar Jogja
MALAH NGEGAME: Enam pelajar tingkat SMA saat mendapat pembinaan karena ketahuan main game online di sebua warnet saat jam sekolah.
MAGELANG – Enam pelajar tingkat SMA terjaring razia tim gabungan Dinas Pendidikan (Disdik), Satpol PP Kota Magelang, dan Polres Magelang Kota, kemarin (20/7). Mereka ketahuan bermain game di sebuah warnet/game online saat jam aktif belajar sekolah.

Kabid Pendidikan Menengah Disdik Kota Magelang Agus Sujito mengatakan, disayangkan para pelajar berkeliaran di luar sekolah pada saat jam aktif belajar. Apa pun alasannya, hal ini tidak dibenarkan dan mereka harus diberi pembinaan.

“Apalagi alasan mereka terlambat masuk sekolah dan memilih pergi ke warnet daripada masuk sekolah. Belum lagi, anak-anak sudah merasakan waktu libur Lebaran lalu yang relatif lama,” ujar Agus di sela pembinaan terhadap pelajar yang membolos ini di kantor Disdik Kota Magelang.

Ke-6 pelajar ini dibawa ke kantor Disdik untuk didata dan diberi pembinaan. Kepala MAN 1 Kabupaten Magelang pun langsung dihubungi perihal keenam pelajarnya yang terjaring razia. Tiga di antaranya masih mengenakan seragam sekolah MAN 1 Kabupaten Magelang. Sementara tiga lainnya mengenakan kaos dengan celana seragam sekolah. “Mereka berasal dari satu sekolah yang saat terjaring razia mengaku terlambat masuk sekolah,” tuturnya.

Ia menambahkan sekolah itu memang milik kabupaten, namun lokasinya ada di Kota Magelang. Saat razia mereka juga di dalam wilayah Kota. “Kebetulan beberapa anak ini merupakan warga Kota Magelang, sehingga kami perlu memberi pembinaan,” imbuhnya.

Soal sanksi, Agus menyebutkan, dinas tidak memberikan sanksi apapun pada pelajar bersangkutan. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada pihak sekolah yang memiliki aturan dan tata tertibnya sendiri.

Salah satu anggota Satpol PP Sarana menuturkan, tim gabungan memang secara rutin menggelar razia pelajar yang keluyuran di luar sekolah saat jam aktif sekolah. Dalam razia kali ini mendapati keenam pelajar ini sedang bermain game di sebuah warnet.

HRS (17), salah satu pelajar yang terjaring razia mengaku, kapok bolos sekolah. Apalagi sampai terjaring razia dan dilaporkan ke kepala sekolah. “Tadi udah terlambat datang ke sekolah, jadi sekalian tidak masuk sekolah. Kapok, tidak akan mengulangi lagi,” ungkapnya. (nia/laz/ong)