JOGJA – Salah satu kandidat wali kota dari jalur independen, Garin Nugroho belum memastikan bakal maju dari jalur partai politik (parpol). Garin masih menunggu keputusan resmi dari Jogja Independent (Joint) yang selama bergerak mengumpulkan KTP.

“Belum ada (putusan maju dari PDIP). Kalau ngobrol, diskusi itu biasa. Kan, banyak teman-teman saya di DPP,” ujar Garin, kemarin (20/7).

Dia mengungkapkan, sebelum ada keputusan dan pertanggungjawaban dari Joint, dia belum akan melangkah. Termasuk mendekati PDIP untuk menjadi kendaraan politik maju di Pemilihan Wali Kota (Pilwali) 2017.

“Saya masih belum tahu bagaimana kelanjutan Joint? Apakah tetap berusaha mengumpulkan KTP? Atau bagaimana?” tandasnya.

Garin Nugroho bersama Rommy Heryanto pada konvensi yang digelar Joint telah ditetapkan menjadi bakal calon wali kota dan bakal calon wakil wali kota. Joint yang menjadi gerakan melawan money politic tersebut sejak awal berkeinginan untuk bisa menggalang dukungan masyarakat melalui jalur perseorangan.

Tapi, dalam perkembangannya, sampai hampir sebulan dari tenggat waktu pendaftaran jalur perseorangan, mereka baru mengumpulkan tiga ribuan KTP. Padahal, target sejak awal mereka optimis bisa medapatkan 42 ribu KTP dua kali lipat dari batas minimal 26 ribu KTP.

Pegiat Joint Herman Dodi Isdarmadi mengaku, pihaknya saat ini sebenarnya masih terus mencari dukungan bagi Garin Nugroho dan Romy Heryanto. Tapi, hasil dari upaya tersebut memang masih rendah. “Sejauh ini belum ada keputusan atas nasib ke depan. Kami masih tetap bekerja menggalang dukungan,” tandasnya.

Untuk evaluasi, lanjut Dody, pekan ini pihaknya akan mengundang tim pengarah Joint untuk memberikan pemaparan sekaligus pertanggungjawaban. Keputusan dari tim pengarah yang akan dijadikan landasan menentukan langkah selanjutnya.

Di lain pihak, tim relawan Arif Nurcahyo atau Yoyok yang menggandeng Laretna T. Adishakti berhasil mengumpulkan dukungan sebanyak 17 ribu KTP atau 70 persen dari batas minimal 26.374 KTP.

“Kami masih memiliki waktu tiga pekan agar dukungan bisa mencapai batas minimal. Melihat progres dari kinerja tim relawan, sangat optimistis Mas Yoyok dan Bu Laretna Adishakti bisa memenuhi persyaratan,” ungkap tim relawan Arif Nurcahyo-Laretna T. Adishakti Agus Supriyo.

Agus menjelaskan, Jape Methe terus melakukan penggalangan dukungan. Menurutnya, di lapangan cukup mudah. Karena sosok Yoyok dan Istri almarhum Aki Adishakti tersebut memiliki ketokohan di masyarakat. “Mereka sudah mengenal sosok Bu Laretna sebagai pegiat heritage sekaligus akademisi,” jelasnya. (eri/ila/ong)