SLEMAN – SR, pria yang sehari-hari bekerja sebagai pemandu wisata berinisial dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sleman, Selasa (19/7). SR diduga telah mencabuli sedikitnya lima anak dibawah umur. Para korban rata-rata masih duduk di bangku sekolah dasar. Ironisnya, para korban terhitung masih ada ikatan saudara dengan pelaku.

“Iya benar. Semalam ada laporan itu. Tapi, kami masih perlu dalami lagi. Apalagi korbannya, kan, anak kecil,” ungkap Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Sepuh Siregar kemarin (20/7).

Untuk kepentingan penyelidikan, lanjut Sepuh, pihaknya butuh bukti visum dokter untuk pendukung pelaporan.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sleman Aiptu Eko Mei mengungkapkan, dugaan pencabulan diduga sudah berlangsung cukup lama. Sejak awal 2016. Kasus itu pertama kali dilaporkan polisi oleh Parianti, salah seorang kerabat korban. Namun, hingga kemarin belum ada kejelasan tindak lanjut perkaranya.

Parianti mengatakan, salah satu korban adalah keponakannya.

“Keponakan saya ketika ditanya orang tuanya tidak mengaku. Tapi dengan saya malah cerita kalau dia diperlakukan tidak senonoh oleh pelaku,” ungkapnya.

Dari informasi yang dihimpun Radar Jogja, para korban menjadi sasaran karena sering bermain di rumah pelaku. Keintiman hubungan para korban dengan pelaku karena ikatan kekeluargaan.

Modusnya, para korban kerap diajak jajan pelaku ke minimarket. Bahkan beberapa diantaranya juga diajak berenang.

Salah seorang sumber Radar Jogja bercerita, dari kelima korban rata-rata berusia antara 2-4 tahun. “Bahkan pelaku juga sudah mengakui perbuatannya sekitar akhir pekan lalu. Saat keluarga korban mendatangi kediamaannya,” beber sumber yang enggan namanya dikorankan itu.

Menurut sumber tersebut, permasalahan itu dimediasi oleh kepala dukuh dan ketua RT setempat. Tokoh masyarakat tersebut justru meminta berdamai. “Beberapa memang ada yang mau berdamai. Ada juga yang pilih lapor polisi,” lanjutnya.

Dengan adanya pelaporan itu, dia mendesak kepolisian segera menuntaskan perkara tersebut. Dan menyeret pelaku ke meja hijau. Agar mendapatkan hukuman yang setimpal.(riz/yog/ong)