SLEMAN – Setiap bulan, jumlah permintaan darah di Sleman bisa mencapai 800-1.000 kantong. Stok kebutuhan tak selalu terpenuhi lantaran minimnya jumlah pendonor tetap. Ketua PMI Sleman Sunartono mengungkapkan, stok darah harian bisa tercukupi jika jumlah pendonor tetap minimal 13.200 orang.

Atau 1,2 persen dari total penduduk Sleman sebanyak 1,1 juta jiwa. Saat ini jumlah pendonor masih di angka 0,8 persen dari total penduduk Bumi Sembada. Kendati demikian, Sunartono mengklaim bahwa stok darah di Sleman terbilang aman. Itu lantaran setiap ada kekurangan bisa terpenuhi dari jejaring PMI di daerah lain.

“Kegiatan kepalangmerahan memang harus terus digalakkan. Untuk mendongkrak kesadaran masyarakat agar mau jadi pendonor tetap,” tutur Sunartono disela kegiatan syawalan PMI Sleman kemarin (20/7).

Tak hanya promosi, pengurus PMI juga telah berupaya melakukan pendekatan keluarga dan melalui institusi.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Sri Murni Rahayu mengatakan, keberadaan PMI Sleman menjadi penguat langkah Pemkab Sleman menghadapi tantangan bidang kesehatan. (bhn/yog/ong)