BANTUL – Pemkab Bantul mulai bersih-bersih kawasan pantai selatan. Itu sebagai tindak lanjut penataan bangunan semi permanen yang masuk dalam radius sempadan pantai. Pembersihan bangunan berlaku menyeluruh. Selain menjalankan amanat Perda DIJ Nomor 16 Tahun 2011 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, penataan kawasan pantai guna mencegah dampak buruk gelombang tinggi yang selalu melanda setiap tahun.

Kendati demikian, Kasatpol PP Bantul Hermawan Setiaji mengatakan bahwa misi utama pembongkaran bangunan liar itu tak semata-mata untuk penegakkan perda. Tapi lebih pada pemberdayaan pedagang kaki lima di kawasan tersebut. Nantinya, para pedagang tetap diperbolehkan berjualan di lokasi baru yang telah ditentukan. Syaratnya, tempat berjualan harus berupa bangunan semi permanen yang bisa dibongkar pasang. Dengan begitu, kebersihan bangunan yang mayoritas dimanfaatkan untuk berjualan makanan ini tetap terjaga.

Pantauan Radar Jogja, sepanjang Jalan Pantai Samas, mulai Simpang Empat Palbapang hingga Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Pantai Gading Mas telah steril dari bangunan semi permanen. Seluruh bangunan yang melanggar garis sempadan (kurang 200 meter dari bibir pantai) dibongkar. Usia bangunan-bangunan liar itu cukup beragam. Ada yang berumur belasan tahun. Konstruksinya juga variatif. Sebagian berdinding tembok atau perpaduan bambu dan kayu.

Hermawan mengungkapkan, ratusan bangunan tersebut dibongkar sendiri oleh para pemiliknya. Penertiban area ditarget selesai akhir pekan ini. Batas waktu ditentukan sesuai kesepakatan antara para pemilik bangunan dengan Satpol PP.

“Seluruh pemilik bangunan pernah kami kumpulkan untuk sosialisasi,” jelasnya kemarin (20/7).

Diakui, ada beberapa pemilik bangunan yang ngeyel. Mereka menolak membongkar bangunan. Namun, pada akhirnya mereka tetap bersedia membongkarnya sendiri. Setelah petugas Satpol PP mendatangi rumah masing-masing. Hermawan mengklaim, pihaknya mengedepankan pendekatan persuasif. Bahkan, dia menerjunkan beberapa anggotanya untuk membantu pembongkaran bangunan tersebut. Satpol PP juga menyediakan kendaraan untuk mengangkut material bekas bangunan.

Selain Jalan Pantai Samas, Satpol PP menyasar dua kawasan lain. Yakni, Jalan Parangtritis dan Jalan Imogiri Barat. Di sepanjang Jalan Parangtritis, penertiban bangunan liar mulai Simpang Empat Druwo sampai Simpang Empat Bakulan. Sedangkan di Jalan Imogiri Barat dari Simpang Empat Wojo hingga SImpang Empat Barongan, Sumberagung, Jetis. “Yang Jalan Parangtritis sudah mulai berjalan,” ungkap Hermawan.

Slamet, salah satu pemilik bangunan, awalnya keberatan membongkar lapak yang telah digunakannya berjualan makanan sekitar 12 tahun. Namun, pria asal Bambanglipuro itu tetap bersedia membongkar bangunan miliknya.(zam/ong)