Adi Daya Perdana/Radar Jogja
TOLAK RELOKASI: Forum Solidaritas Pelestarian Pasar Pahingan saat menggelar ritual di Candi Gunung Wukir, Salam, Kabupaten Magelang, kemarin (20/7).
Bawa Rantai dan Pikulan, Gelar Ritualdi Candi Gunung Wukir
MUNGKID – Upaya penolakan terhadap relokasi Pasar Pahingan dari Alun-Alun ke Lapangan Rindam, Kota Magelang, terus dilakukan. Sejumlah elemen masyarakat tak henti menyuarakan dan menolak kebijakan wali kota itu. Mereka mendatangi Candi Gunung Wukir di Kecamatan Salam untuk menggelar ritual.

Beberapa barang yang dibawa, antara lain, rantai dan pikulan. Pada pikulan terdapat tulisan “Selamatkan Tradisi”. Mereka kemudian menggelar doa bersama dengan duduk setengah lingkaran. Pakaian yang mereka kenakan serba putih.

“Pikulan merupakan simbol penjual yang membawa dagangannya. Tapi dirantai nggak boleh berjualan,” ujar salah seorang peserta aksi ini Andre Topo kemarin (20/7).

Forum Solidaritas Pelestarian Pasar Pahingan ini sengaja menggelar aksi di luar wilayah Kota Magelang. Mereka mendatangi Candi Gunung Wukir yang merupakan candi tua dibanding Candi Borobudur. “Candi Gunung Wukir sebagai cikal bakal Magelang dan tanah Jawi,” jelasnya.

Tidak berhenti di sini, ia akan terus menyuarakan penolakan kebijakan wali kota terkait relokasi pedagang Pahingan. Saat bersamaan dengan kirab Festival Lima Gunung XV di Keron, Kecamatan Sawangan, pikulan akan ikut dikirab pada 24 Juli mendatang. Kemudian pikulan akan dibawa ke gedung DPRD Kota Magelang pada 28 Juli. “Ini untuk minta restu pada wakil-wakil kita,” tuturnya.

Setelah itu, bersamaan Pengajian Pahingan, pikulan juga akan dibawa ke Alun-Alun Kota Magelang. Mereka meminta doa restu ke jamaah pengajian pada Minggu (31/7) mendatang. “Kami minta pelestarian jamaah dalam memperjuangkan nilai-nilai tradisi,” jelasnya.

Bahkan perjuangan ini juga akan disampaikan ke Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Jika masih mental, tidak menutup kemungkinan mereka juga akan mendatangi Presiden Jokowi.

“Kami akan menemui Presiden Jokowi ke Istana Negara. Kami akan terus memperjuangkan sampai wali kota mencabut surat edaran itu,” jelasnya. (ady/laz/ong)