PURWOREJO-Keluarga tiga korban yang belum dalam tanah longsor di Caok, Karangrejo, Loano dan Desa Donorati, Purworejo dipastikan tidak mendapatkan uang duka dari Kementrian Sosial. Tidak ada bukti fisik dan surat keterangan kematian menjadi penyebabnya.

Kepala Bidang Sosial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Purworejo Sri Lestariningsih menjelaskan, pihaknya telah berusaha menyampaikan berbagai alasan agar korban tidak ketemu tetap bisa menerima uang duka. Tetapi, pihak Kementrian Sosial tidak mau bersepekulasi. “Memang keluarga tidak bisa menunjukkan bukti fisik keberadaan korban serta surat kematian,” jelas Lestari kemarin (20/7).

Hingga saat ini pun juga belum ada surat keterangan dari pihak desa yang menyatakan bahwa yang bersangkutan telah meninggal. Surat keterangan yang diterbitkan baru sebatas terhadap korban meninggal dan ditemukan.

Ditambahkannya, pihaknya telah menerima kelengkapan administrasi korban meninggal yang ditemukan dari pihak keluarga dan desa. Selanjutnya berkas akan dibawa ke Kementrian Sosial untuk proses pengajuan dan verifikasi. “Ada 13 korban ketemu yang akan mendapat uang duka dari pusat. Ini menambah daftar korban yang sebelumnya telah mendapatkan uang duka dan diserahkan langsung Menteri Sosial saat datang ke Purworejo,” imbuh Lestari.

Penyerahan ini berbeda dengan uang duka dari pemerintah pusat kepada korban longsor di Desa Penungkulan Kecamatan Gebang, beberapa waktu lalu. Pemerintah berencana menyerahkan langsung bantuan kepada keluarga korban di Purworejo. Untuk Penungkulan, pemberian uang duka dikirim melalui jasa bank. “Yang ini akan langsung datang dan diserahkan kepada pihak keluarga secara langsung,” tambahnya.

Seperti halnya uang duka yang telah diberikan kepada 28 korban, nomimal bantuan yang diberikan Rp 15.000.000/orang. Pemerintah juga telah memberikan bantuan kepada korban yang mendapat perawatan di rumah sakit terhadap korban banjir dan longsor. Setiap orang mendapatkan bantuan perawatan senilai Rp 2.500.000. “Untuk korban yang dirawat di rumah sakit juga sudah menerimanya, sebanyak 11 orang,” katanya.

Seperti diberitakan, hingga akhir masa tanggap darurat bencana banjir dan longsor Purworejo 2016, proses pencarian menyisakan tiga korban. Mereka terdiri dari dua orang di Donorati dan 1 orang di Caok Desa Karangrejo. (udi/din/ong)