MAGELANG – Toko Emas Kidang di Jalan Mataram, kios A14-A15 Pasar Rejowinangun, Kota Magelang, dibobol kawanan orang tak dikenal. Emas sebanyak 3 kg raib digondol pencuri yang membuka brankas dalam kios dengan las.

Sebelumnya, pemilik Toko Emas Kidang Abyung, 55, mengaku pada Senin (18/7) kedatangan seorang calon pembeli laki-laki yang dini-lainya agak aneh. Dia melihati-lihat isi tokonya dan meminta perhiasan cincin bermata berlian.

“Setelah itu laki-laki tersebut pergi. Tapi, saya merasa curiga,” kata pria yang akrab disapa Koh Abyung ini.

Ia pun mengaku kaget saat dia dan istrinya, Elsiana, ingin membuka toko kemarin pagi. Ternyata gembok yang terpasang di pintu toko, berbeda dengan gembok yang biasa dipakai. “Saat saya ingin membuka pintu yang digembok, ternyata tidak bisa
Gembok itu sudah diganti oleh pencurinya,” ungkapnya.Dia lalu merinci kerugian dari aksi pencurian di toko emas miliknya itu lebih dari Rp 1 miliar. Berbagai bentuk perhiasan seperti cincin, kalung, gelang hingga anting, semuanya raib digondol kawanan maling.

“Saya langsung menyuruh karyawan saya melapor kepada petugas keamanan pasar. Tak lama kemudian ada petugas kepolisian yang datang untuk olah TKP,” jelas Abyung saat ditanya wartawan.

Salah seorang karyawan Toko Emas Kidang, Siti Ngaisah, 40, mengaku datang pertama di toko. Saat itu dia melihat gembok yang tergantung hanya satu. Dia dan pemilik mencoba lewat toko konveksi milik Koh Abyung yang terletak persis di belakang toko emas.

“Saat kami semua masuk, brankas emas sudah terlobangi di bagian samping. Sepertinya bisa dibuka dengan alat las,” imbuhnya.

Siti juga mengatakan tabung gas elpigi 3 kg yang diduga untuk membuka brankas oleh kawanan pencuri, tertinggal. Selain itu juga ada ceceran perhiasan bekas terbakar.

Sementara itu, Kapolres Mage-lang Kota AKBP Edi Purwanto membenarkan telah terjadi pem-bobolan toko emas itu. Pihaknya menerima laporan sekitar pukul 08.00 WIB dan langsung me ngirim tim untuk olah TKP.

“Di TKP kami menemukan kondisi brankas memang sudah rusak dan ada tabung gas 3 kg di dekat brankas. Semua dibawa sebagai barang bukti, termasuk gembok baru dan anak kunci gembok lama,” terangnya.

Edi menambahkan, timnya langsung bergerak mencari pelaku berdasarkan keterangan saksi-saksi. Hanya saja, disayang-kan tidak ada kamera CCTV di toko tersebut, sehingga sulit mengetahui wajah pelaku.

“Disayangkan juga di Jalan Mataram tidak ada CCTV, se-hingga dapat mempersulit pe-lacakan terhadap pelaku. Meski begitu, kami akan berupaya ke-ras mengungkapnya. Kami imbau para pengusaha dapat memasang CCTV demi keamanan,” ungkap Edi. (nia/laz/ong)