GUNUNGKIDUL – Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Gunungkidul membentuk tim monitoring kesehatan hewan menjelang Idul Adha nanti. Tim ini akan bertugas mengawasi lalu lintas penjualan hewan kurban, termasuk memeriksa kelayakannya.

Kepala Disnak Kabupaten Gunungkidul Krisna Berlian mengatakan, tak beda jauh dengan tahun-tahun sebelumnya, persiapan menjelang Idul Adha mulai diintensifkan. “Tim ini akan melaksanakan piket bergilir sebelum dan setelah Idul Adha,” kata Krisna Berlian kemarin (21/7).

Dalam tugasnya, tim monitoring akan berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta Dewan Keluarga Masjid (DKM). Nanti mereka mengawasi keberadaan hewan kurban maupun saat pelaksanaan penyembelihan. “Pengawasan akan dilakukan di tempat-tempat penjualan hewan kurban, baik yang di pasar hewan maupun pedagang-pedagang musiman,” terangnya.

Menurut Krisna, untuk mengetahui sehat atau tidaknya hewan kurban yang layak dikonsumsi, satu di antaranya bisa dilihat dari susunan gigi. Jika kedapatan sudah cuplak atau lepas gigi minimal berusia setahun, hewan kurban bisa dikatakan sehat. “Ada syarat-syarat tertentu untuk menentukan sehat atau tidaknya hewan kurban. Satu di antaranya dari susunan gigi,” ucapnya.

Disnaks juga akan membuka posko pemeriksaan hewan kurban. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kesehatan hewan kurban. Jika memang tidak memenuhi persyaratan karena sakit atau persoalan lain. “Jelang pelaksanaan kurban, intensitas keluar masuk hewan semakin tinggi. Itu artinya potensi hewan kurang sehat menjadi besar,” terangnya.

Meskipun tidak memiliki kewenangan dalam penentuan layak tidaknya sapi atau kambing kurban, pihaknya menyarankan agar masyarakat memastikan kesehatan hewan tersebut.

Tahun sebelumnya terdapat puluhan sapi terindentifikasi penyakit cacing hati. Selain itu ada seekor sapi terkena penyakit radang paru-paru. Namun, sesuai data Disnak Gunungkidul setiap tahun kasus cacing hati menurun jumlahnya. (gun/din/ong)