JOGJA – Peristiwa yang terjadi di Asrama Papua di Kamasan 15 Juli lalu, dianggap sudah selesai. Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X menilai hal itu seperti anak muda yang perlu diberi pemahaman.

“Saya anggap mereka anak saya yang perlu diberi pemahaman, sekali- sekali perlu dislentik supaya ingat,” ujar HB X seusai bertemu dengan perwakilan warga Papua di Kepatihan, kemarin (21/7).

Menurut HB X, para mahasiswa itu perlu diingatkan tujuannya ketika datang ke DIJ.Suami GKR Hemas ini mengatakan, tidak ada masalah dengan kehadiran warga Papua di DIJ. Termasuk anak mudanya yang bersekolah di Jogjakarta. Tapi, HB X mengingatkan supaya mereka fokus dengan tujuannya.

“Sekolah, sekolah saja tidak usah ngomong politik, sudah selesai,” pesan HB X.Warga DIJ, lanjut HB X, juga me-nerima keberadaan warga Papua. Kejadian kemarin dianggap sebagai upaya warga Jogja untuk mengingatkan mahasiswa Papua yang ada di DIJ.

Sementara itu penggiat hak asasi manusia (HAM) di Papua Mathius Murib yang ikut bertemu HB X, juga mengingatkan tentang tujuan warga Papua yang mayoritas merupakan mahasiswa, ke Jogja untuk belajar. Sehingga aktivitas lain, diluar kegiatan belajar sebaiknya dihindari.

“Aktivitas nonbelajar, termasuk politik, dihindari,” jelasnya.

Setelah bertemu perwakilan warga Papua, HB X menemui perwakilan dari 28 ormas di DIJ. Ormas menyam-paikan aspirasi terkait peristiwa di Asrama Papua. (pra/laz/ong)

Baca Juga : Ora Usah Diperpanjang