HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
MEMESONA : Kawasan di sekitar Pelabuhan Tanjung Adikarto diharapkan juga akan dikembangkan menjadi objek wisata yang memberi nilai ekonomis bagi warga sekitar.
KULONPROGO-Warga Karangwuni, Kecamatan Wates akan memaksimalkan potensi kawasan sekitar pelabuhan Tanjung Adikarto. Malalui kelompok sadar wisata (Pokdarwis) kawasan tersebut akan dijadikan objek wisata. Mereka sudah merintisnya dengan membangun tempat parkir dan menanam cemara udang di sebelah selatan pelabuhan.

“Kami sudah lakukan sejak sekitar dua bulan lalu dan mendapat respons cukup baik dari masyarakat. Terbukti sudah cukup banyak pengunjung yang datang ke sini,” kata Ketua Pokdarwis Manunggal Adikarta Tri Sukarno, kemarin (21/7).

Menurutnya, warga berkunjung ke tempat tersebut karena ingin melihat dari dekat lokasi pelabuhan. Namun, ada pula yang ingin menikmati fasilitas pelabuhan. “Saat lebaran kemarin, kami menyewakan perahu untuk mengitari kolam pelabuhan hingga muara Kali Serang. Ternyata peminatnya cukup banyak,” jelasnya.

Kendati demikian, Tri mengaku pihaknya tidak mau gegabah untuk memanfaatkan fasilitas pelabuhan tersebut. Dia ingin ada izin yang pasti dari pengelola pelabuhan, yakni Dinas Kelautan dan Perikanan DIJ. Sehingga nantinya tidak muncul masalah akibat konflik kewenangan. “Kami mohon DPRD memfasilitasi agar kami bisa mendapat izin pengelolaan wisata ini. Prinsipnya kami ingin mengotimalkan manfaat pembangunan pelabuhan bagi masyarakat,” imbuhnya.

Ketua DPRD Kulonprogo Akhid Nuryati SE mendukung upaya yang telah dilakukan warga ini. Sebab, selama ini warga Karangwuni dan sekitarnya belum memperoleh manfaat yang optimal dari keberadaan pelabuhan.

Padahal, pengorbanan masyarakat untuk mendukung pembangunan pelabuhan tersebut cukup besar. Antara lain merelakan tanahnya untuk membangun jalan masuk ke pelabuhan dengan nilai ganti rugi yang relatif rendah. Yakni Rp 800,- per metar persegi. “Harapannya masyarakat dapat memperoleh manfaat yang lebih besar dari pengelolaan objek wisata. Ini prospeknya cukup bagus,” ucap politisi PDIP tersebut.

Ketua Komisi II Muhtarom mengatakan, Pokdarwis bisa segera berkoordinasi dengan pihak-pihak yang terkait dengan pengelolaan pelabuhan. “Mudah-mudahan nanti segera bisa memperloleh izin. Sehingga pengelolaan pelabuhan dan kawasan pariwisata bisa dilakukan secara sinergi dan saling mendukung,” ungkapnya. (tom/din)