MAGELANG – Pemkot Magelang cukup serius dalam upaya perbaikan infrastruktur penunjang olahraga bagi masyarakat. Tak tanggung-tanggung, pemkot mengalokasikan anggaran Rp 6,6 miliar yang difokuskan untuk merehab dan menambah fasilitas Stadion dr Soebroto.

Konsekuensi atas pelaksanaan proyek tersebut, pemerintah menangguhkan semua aktivitas di stadion kebanggaan wong Magelang itu.

“Sementara kegiatan olahraga ditiadakan. Termasuk liga sepak bola yang diikuti klub PPSM Sakti Magelang,” jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Deddy Eko Sumarwanto kemarin (21/7). Deddy mengaku telah mengirim surat ke manajemen PPSM Sakti agar menyesuaikan diri.

Anggaran yang disediakan pemerintah difokuskan untuk menyempurnakan lintasan lari dan membangun atap (kanopi) tribun sisi timur.

Sesuai rencana, pekerjaan proyek ditetapkan per 1 Juli hingga 27 Desember. Harus selesai tahun ini. Lintasan lari akan ditambah dua track, sehingga menjadi 8 track keseluruhan.

Spesifikasi lintasan baru sama dengan yang lama. Berbahan kualitas impor dan berstandar internasional.

Pelaksana proyek yang ditunjuk juga sama dengan kontraktor yang mengerjakan lintasan lama. Yakni, pengembang dari Malaysia. Hal itu demi menjamin spesifikasi dan kualitas barangnya sama. ” Untuk landasan terbuat dari bahan sintetis,” jelasnya.

Begitu pula dengan atap tribun timur. Bahan yang digunakan harus sama dengan atap tribun sisi barat. Deddy juga meminta pemenang tender agar menghadirkan sub kontraktor yang sama pula. “Kami sudah serahkan pengerjaannya ke pelaksana, tinggal pelaksana mau memulainya kapan,” jelasnya.

Selain lintasan lari dan kanopi tribun, DPU juga mengalokasikan dana Rp 3,3 miliar untuk pemasangan lampu penerangan lapangan. Dana tersebut berasal dari pos bantuan Provinsi Jawa Tengah.

“Ada dua tiang lampu yang akan dipasang. Setiap tiang berisi sekitar belasan lampu, sehingga mampu menerangi seluruh lapangan. Idealnya 4 tiang lampu, tapi sementara 2 tiang dulu,” papar Sekretaris DPU CH Yonas Nusantrawan.

Mengingat besarnya biaya rehab dan perawatan stadion, sudah barang tentu pemerintah memikirkan pemasukan dari penggunaan fasilitas publik itu. Untuk mendongkrak pendapatan asli daerah, biaya sewa stadion dipaton Rp 400 ribu untuk latihan sepak bola. Sedangkan untuk pertandingan Rp 2 juta dan di level internasional Rp 20 juta.(nia/yog/ong)