MUNGKID – Belasan organisasi kepemudaan di Kabupaten Magelang sepakat menolak segala bentuk tindakan radikalisme dan terorisme. Mereka juga mendukung penuh keutuhan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI).

Sikap para pemuda dituangkan dalam dokumen kesepahaman bersama yang diteken perwakilan masing-masing organisasi. Usai sarasehan penanggulangan radikalisme dan terorisme di Aula Balai Desa Gunungpring, Muntilan. Kegiatan ini dihadiri sekitar dua ratus peserta dari anggota dan pengurus GP Ansor, tokoh pemuda, dan sejumlah pengurus ormas kepemudaan.

“Dari sini kami berharap bisa membangun kesadaran masyarakat dalam menanggulangi radikalisme ajaran agama,” ujar Ketua GP Ansor Kabupaten Magelang Anas Munaji kemarin (21/7).

Anas juga mengajak seluruh lapisan masyarakat menjaga keutuhan NKRI dan Pancasila. Sekaligus menangkal berkembangnya pemahaman ajaran-ajaran agama Islam yang ditafsirkan secara keliru, sehingga melahirkan sikap dan tindakan radikal yang mengarah pada aksi terorisme.

Dosen STAIN Temanggung Mahsun, selaku nara sumber, mengatakan bahwa perkembangan paham radikalisme saat ini cenderung lebih terbuka. Sedangkan sifat radikalisme umumnya diwujudkan dengan kekerasan.

“Ini bisa ditanggulangi dengan mekanisme hukum. Tapi harus hati-hati,” tuturnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, anggota Gerakan Pemuda Ansor, Himpunan Mahasiswa Islam, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, Fatayat, Tokoh Pemuda Nahdlatul Ulama, dan perwakilan Pondok Pesantren, Kesbangpol, TNI, dan unsure pemerintahan. (ady/yog/ong)