PURWOREJO – Empat puluh delapan kepala keluarga korban bencana tanah longsor Purworejo akan direlokasi pemkab. Proses pembuatan hunian tetap korban diharapkan selesai dalam masa transisi darurat bencana dalam tiga bulan ke depan.

“Warga yang direlokasi ada di lima desa di tiga kecamatan. Data telah kami pegang dan akan dibahas bersama stakeholder terkait Senin besok dan hasilnya akan kami ajukan ke pusat,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo Boedi Hardjono kemarin (22/7).

Dijelaskan Boedi, lima desa yang warganya akan direlokasi meliputi Desa Sidomulyo, Donorati dan Pacekelan di Kecamatan Purwo-rejo, Desa Jelok di Kecamatan Kaligesing dan Desa Karangrejo di Kecamatan Loano.

“Sidomulyo menjadi desa yang paling banyak direlokasi yakni ada 14 rumah atau KK. Semen-tara di Donorati, Pacekelan masing-masing delapan rumah. Sementara Jelok ada delapan dan Karangrejo empat rumah,” tambahnya.

Penanganan relokasi di mana warga ditem-patkan di lokasi baru yang aman dari ancaman bencana longsor, menurut Boedi, disesuai-kan kemampuan desa masing-masing. Ada korban yang telah menyiapkan lokasi untuk dibangunkan hunian baru, dan ada juga warga yang akan menempati lokasi baru dengan pem-bebasan lahan dari pemkab.

“Semua sudah kita musyawarahkan di BPBD dengan mengundang pihak desa dan kecamatan. Intinya setiap desa telah memiliki jawaban untuk lokasi relokasi, baik dengan pengadaan lokasi baru atau memanfaatkan lahan milik korban sendiri yang lokasinya benar-benar aman,” jelas Boedi.

Hasil dari pendataan yang melibatkan desa dan kecamatan, akan ditindaklanjuti dengan pembahasan di tingkat kabupaten yang akan melibatkan beberapa pihak terkait. Jika data yang ada telah final segera diajukan ke pusat melalui Kementerian Perumahan Rakyat atau Kementerian Sosial.

Dijelaskan, usai darurat bencana selesai 18 Juli 2016 lalu, Bupati Purworejo Agus Bastian telah meneken masa transisi pemulihan yang berlaku efektif 19 Juli-18 Oktober 2016 men-datang.

Transisi pemulihan ini unutk melaku-kan penanganan yang belum dilakukan dalam masa darurat bencana di beberapa kecamatan terdampak banjir dan longsor. Ada tujuh kecamatan yang terdampak banjir dan longsor meliputi Kecamatan Loano, Kali-gesing, Purworejo, Gebang, Bayan, Purwodadi dan Ngombol.

“Adanya masa transisi pemulih-an itu dimanfaatkan Pemkab Purworejo untuk menggerakkan semua sumber daya yang ter-sedia secara optimal, guna penanggulangan dampak bencana banjir dan longsor di ketujuh kecamatan itu,” tambahnya.

Secara khusus penanganan yang dilakukan ditujukan untuk mengurangi risiko akibat bencana banjir dan longsor serta mengem-balikan fungsi infrastruktur yang rusak seba-gai dampak dari bencana.

“Di sini kami akan melakukan koordinasi dengan SKPD di Purworejo, BPBD Jawa Tengah, BNPB dan instansi/lembaga terkait untuk melakukan penanganan di titik-titik yang terdampak,” tandas Boedi. (udi/laz/ong)