SLEMAN – Pemkab Sleman akan selektif menerima investor yang akan menanamkan investasinya di kabupaten ini. Pemkab hanya akan menerima investor yang berkontribusi menyejahtrakan masyarakat.

Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, pemerintah membuka investor yang datang bila mampu menyerap tenaga kerja bagi warga Sleman. “Investor yang tidak membawa manfaat bagi masyarakat, tentu akan ditolak,” tegasnya kemarin (22/7).

Kebijakan ini, jelas Sri, diterapkan agar iklim investasi lebih maju dan kondusif. Bagi investor yang sesuai diharapkan, dia meminta kepada aparat pemerintahan dari tingkat bawah hingga atas agar tidak membebani investor yang akan masuk.

Seperti diketahui, tahun ini Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Sleman menargetkan pertumbuhan investasi sebesar tiga persen dari tahun sebelumnya Rp 3,159 triliun. Sektor pariwisata memiliki pertumbuhan paling pesat dibandingkan sektor lain.

Selain pariwisata, sektor penyumbang terbesar investasi di Sleman berada perdagangan barang dan jasa. Sedangkan nvestasi terbesar ketiga ditempati investasi di sektor industri.

(bhn/laz/ong)