GUNTUR AGA/Radar Jogja
JOGJA – Pasar Kangen Jogja tak hanya menjadi ajang nostalgia para pecinta lawasan. Para seniman yang tergabung falam Folk Mataram Institute unjuk karya di halaman Taman Budaya Yogyakarta (TBY), kemarin sore (22/7). Mengusung tema “Aksara Jawa Klambine Wong Jawa” dengan aksi body painting.

Penggagas acara Samuel Indratma menjelaskan, ini merupakan aksi cinta aksara Jawa. Sebagai aksara tradisional, keberadaanya sekarang mulai ditinggalkan. Bahkan minat mempelajari aksara Jawa tidak seintensif aksara bahasa dari luar negeri.

“Semua aksara itu intinya bagus karena sebagai hasil kekayaan kearifan lokal. Tapi akan lebih indah jika kita juga turut melestarikan aksara yang kita miliki, aksara Jawa,” ujar pria yang berprofesi sebagai perupa ini.

Aksi ini melibatkan dua perupa muda, Ampun Sutrisno dan Meus Prast. Keduanya melukiskan tulisan aksara Jawa di tubuh Rupabule Larasati. Aksi ini terbukti mampu mencuri perhatian pengunjung Pasar Kangen Jogja.

Ampun Sutrisno mengaku sangat tertarik dalam aksi seni ini. Menurutnya, kegiatan ini tak hanya sekadar unjuk seni biasa. Terpenting adalah mengenalkan aksara Jawa kepada khalayak pengunjung Pasar Kangen Jogja.

“Pengunjung di sini pasti terdiri dari berbagai macam kalangan. Ini jadi upaya yang menyenangkan untuk belajar dan melestarikan aksara Jawa,” ujarnya. (dwi/laz/ong)