BANTUL – Salah satu ruas jalan di Jalan Parangtritis (Paris), tepatnya di titik Km 4,5 ke selatan, kerap kebanjiran. Banjirnya jalan utama menuju destinasi pariwisata ini lantaran menyempitnya saluran air yang berada di sebelah timur jalan.

“Salurannya sempit, akhirnya air meluber ke jalan,” ucap Diono, 57, seorang penjual angkringan di pinggir Jalan Parangtritis Km 4,5 kemarin (22/7).

Melubernya saluran ini sudah terjadi cukup lama. Bahkan sudah bertahun-tahun. Parahnya lagi, fenomena ini tidak hanya terjadi saat musim penghujan. Lebih dari itu, juga saat musim kemarau.

Menurutnya, saluran air terhubung dengan salah satu dam di Kota Jogja, tepatnya dam di wilayah Tamansiswa. “Mengalir ke selatan sampai persawahan di Dusun Cabean (Panggungharjo, Sewon, Red),” jelasnya.

Saat musim kemarau, melubernya air hanya sampai di jalur lambat. Dari pantauan, air meluber ke selatan, hingga membasahi aspal di jalur lambat. Beda lagi saat musim penghujan. Luberan air bahkan hampir menyentuh garis as jalan.

Diono menuturkan, basahnya ruas jalan ini cukup mengganggu pengguna jalan. Terutama yang mengendarai kendaraan roda dua. “Apalagi, pedagang di pinggir jalan. Sering kecipratan air pas ada kendaraan,” tuturnya.

Kasi Operasi Jaringan Irigasi Dinas Sumber Daya Air Bantul Yitno membenarkan air saluran di Jalan Parangtritis meluber. Dari pantauannya, menyempitnya saluran air karena tebalnya sendimen.

Di sisi lain, tidak sedikit kontruksi penutup saluran di sepanjang Jalan Parangtritis yang diubah menjadi beton. Sehingga petugas kesulitan membersihkannya. “Mau membersihkan bagaimana kalau dibeton,” keluhnya.

Yitno menegaskan telah melaporkan kondisi ini kepada Pemprov DIJ selaku pemilik saluran. Agar pemprov segera menindaklanjutinya dengan membongkar penutup saluran berupa beton. Toh berbagai bangunan yang mengganggu saluran irigasi harus dibongkar, sesuai Perda No 29/2008 tentang Irigasi.

Tak hanya di Jalan Parangtritis. Fenomena menyempitnya saluran air juga terjadi di Jalan Imogiri Barat, dan Jalan Imogiri Timur. Menurutnya, pembersihan sendimen di dua titik ini sudah dimulai. (zam/laz/ong)