DEWI SARMUDYAHSARI/RADAR JOGJA
HALAL BI HALAL:Dalam Syawalan Keluarga Besar KONI DIJ di Sasana Hinggil, kemarin, GBPH Prabukusumo mulai berbicara soal bonus bagi atlet berprestasi PON 2016 Jabar.
JOGJA-KONI DIJ mulai bicara bonus un-tuk para atlet peraih medali pada PON 2016 Jawa Barat. Hal itu terungkap dalam Syawalan Keluarga Besar KONI DIJ di Sasana Hinggil, kemarin (23/7). Soal besaran bonus, Ketua Umum KONI DIJ GBPH Prabukusumo belum menyebutkan angka pastinya.

“Bonus untuk atlet unggulan, reguler dan mandiri dari pemerintah daerah (pemda) semua sama. Kalau PON yang lalu Rp 100 juta untuk peraih emas, itu tergantung kebi-jakan pemda,” katanya.

Pria yang akrab disapa Gusti Prabu ini me-ngingatkan agar para atlet tidak menyia-nyiakan kesempatan, untuk bisa meraih prestasi tertinggi di event bergengsi di tanah air tersebut. Dia juga berpesan agar para atlet untuk tidak gentar dan bermental baja saat bertanding.

Bahkan ia meminta para atlet memanfaatkan waktu yang tersisa untuk terus berlatih, minimal delapan jam per hari. Kalau kurang dari itu, dinilai mus-tahil untuk bisa mendapatkan medali, dengan melihat persaingan saat ini.

“Tidak semua masyarakat memiliki ke-sempatan untuk mengikuti PON. Jadi jangan sia-siakan kesempatan ini untuk menjadi yang terbaik. Mumpung ini kesempatan baik, tidak ada yang tahu apakah besok bisa datang lagi atau tidak,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, mantan atlet taekwondo nasional, Rahmi Kurnia turut memberikan motivasi kepada atlet-atlet muda DIJ. Taekwondoin peraih medali perak Olimpiade Barcelona 1992 ini berpesan agar para atlat tidak boleh berkecil hati. Tunjukkan bhawa atlet daerah pun bisa berprestasi.

“Saya pun dulu masuk Pelatnas (pemusatan latihan nasional) sempat diremehkan karena satu-satunya dari DIJ. Tapi saya tidak pusing-kan itu, karena tekad saya bisa berprestasi di level internasional,” ungkapnya.

Menurutnya, tidak ada yang tak mungkin jika membulatkan tekad dan fokus. “Se-moga teman-teman sukses di PON dan di level nasional,” harapnya. (dya/dem/ong)