Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf (paling kiri) dan Kepala BPS Suryamin (tengah) saat jumpa pers di Hotel Sheraton beberapa waktu lalu.
JOGJA – Keberadaan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memang belum banyak diketahui masyarakat. Sebagai langkah strategi untuk mendengungkan institusi negara baru tersebut, Bekraf akan melakukan pendataan terhadap pelaku usaha industri kreatif di seluruh Indonesia. Survei ekonomi kreatif dilakukan di 57 kabupaten/kota pada 34 provinsi tersebut akan dilakukan bersama dengan Badan Pusat Statistik (BPS.

“Kami menjamin kerahasiaan warga negara yang kami survei. Baik itu data identitas diri, jenis usaha maupun omzet usaha industri kreatifnya,” kata Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf kepada wartawan di Hotel Sheraton, kemarin.

Triawan mengakui, saat ini lembaganya belum memiliki data riil industri kreatif di tanah air. Namun demikian, melihat perkembangan teknologi informasi sangat cepat, keberadaan industri kreatif tumbuh sangat sepuluh lima tahun terakhir. Setidaknya, ada 16 sub sector industri kreatif yaitu aplikasi dan pengembangan permainan, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film, animasi dan video. Kemudia seni fotografi, kriya, kuliner, music, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, serta televise dan radio.

“Saat ini banyak usaha menggunakan koneksi dengan internet. Hanya, selama ini belum terdata dengan baik. Dan perlu diketahui bahwa setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri terhadap ekonomi kreatif,” terang Triawan.

Kepala BPS, Suryamin mengatakan, BPS sudah MoU Bekraf untuk melakukan survei ekonomi kreatif. Kerjasama ini sesuai kewenangan BPS sebagai penghasil data. Nantinya, data hasil survei dapat digunakan oleh pemerintah untuk menyusun kebijakan sehingga keberadaan ekonomi kreatif dapat menjadi penggerak ekonomi di tanah air.

“Jika ekonomi kreatif tumbuh maka akan mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan,” kata Suryamin.

Nantinya, BPS akan mengambil sample kegiatan ekonomi kreatif sebanyak 4.400. harapannya, dengan sample tersebut dapat diketahui potensi ekonomi kreatif secara lengkap yaitu jenis usaha, alamat, dan pemiliknya se-Indonesia. Pada 2012, jenis usaha ekonomi kreatif 5,4 juta dan diperkirakan telah berkotribusi 6,91 persen dari PDB dengan serapan tenaga kerja 9,11 juta orang.

“Survei juga akan menggali apa kesulitan yang dihadapi pelaku industri kreatif, apakah kesulitan permodalan, penjualan/pemasaran, SDM, atau HAKI/lisensi,” jelasnya. (mar/dem)