DEWI SARMUDYAHSARI/RADAR JOGJA
TULARKAN ILMU: Grand Master Kang Ik Pill (tengah) didampingi Pelatih UKM Tawkowndo UAJY Yoyok Suryadi dan panitia usai seminar International Poomsae Seminar.

Tetap Haus Ilmu untuk Terus Kembangkan Skill

Grand master taekwondo dunia Kang Ik Pill membagikan ilmu dan keahliannya. Bagaimana pandangannya tentang perkembangan taekwondo di Indonesia ?
DEWI SARMUDYAHSARI, Jogja
Kang Ik Pill yakin taekwondoin Indonesia memiliki potensi dan dapat mendulang pretasi melalui poomsae. Untuk itu, grand master asal Korea ini berbagi ilmu, teknik dan pengalaman dalam seminar bertajuk International Poomsae Seminar 22-23 Juli lalu di di Gedung Thomas Aquinas Kampus 2 UAJY. “Atlet taekwondo Indonesia memiliki potensi dan prestasi yang cukup bagus,” ujarnya.

Diakuinya, dia bangga bisa terlibat dan datang langsung dalam seminar poomsae yang digagas UKM Taekwondo UAJY ini. Menurutnya, melalui kegiatan seperti inilah dia berkesempatan untuk berbagi langsung kepada taekowndoin Indonesia.

Seperti halnya dirinya, meskipun sudah menyandang gelar grand master, tetap haus akan ilmu untuk terus mengembangkan skill. Ya, karena untuk menjadi seperti sekarang, dia tidak hanya belajar dari guru yang baik.Tetapi juga tekad dan terus memiliki keinginan untuk mencoba. “Itulah kuncinya,”ujar grand master yang membagikan ilmunya lewat buku berjudul The Explanation of Official Taekwondo Poomsae ini.

Pelatih UKM Tawkowndo UAJY Yoyok Suryadi mengatakan, seminar yang diikuti 50 taekwondoin dari seluruh Indonesia. Dalam seminar ini, peserta akan mendapatkan materi dasar taegeuk dan kibon poomsae serta poomsae taegeuk dan black belt poomsae. “Secara khusus kami mendatangkan Grand Master Kang Ik Pill yang akan berbagi basic skill yang baik dan benar kepada peserta,”ujarnya.

Dijelaskannya, poomsae merupakan rangkaian jusrus dasar serangan dan pertahanan yang dilakukan untuk menaklukan lawan. Dalam beladiri taekwondo, poomsae merupakan skill wajib yang harus dikuasai oleh para taekwondoin. Sayangnya, peminat poomsae tidak sebanyak kyorogi (tarung), demikian juga di DIJ. “Semoga dengan adanya seminar seperti ini semakin banyak taekowndoin DIJ dan Indonesia yang ingin mengasah skillnya dan berprestasi lewat poomsae,”ujarnya.(din/ong)