ADI DAYA PERDANA/RADAR JOGJA
KINI KOSONG: Rumah Hariyanto di Desa Candisari, Kecamatan Secang, yang dipakai untuk pabrik uang palsu. Oknum perangkat desa ini pun terancam dipecat dari jabatannya menyusul penggerebekan oleh Mabes Polri.
MUNGKID – Salah seorang perang-kat desa Candisari, Kecamatan Se-cang, ditangkap Mabes Polri. Ia diduga terlibat dalam jaringan pro-duksi uang palsu lintas provinsi. Kini posisinya sebagai abdi negara terancam dipecat.

“Karena penggerebekan, otomatis (perangkat desa) akan diproses hu-kum. Sesuai aturan, dia akan diber-hentikan sementara, sambil menung-gu keputusan tetap. Setelah itu baru diberhentikan,” ujar Kabag Tata Pe-merintahan Kabupaten Magelang Arri Widi.

Oknum perangkat desa itu teran-cam dikenai sanksi. Pemkab Mage-lang menerapkan sanksi sesuai peraturan desa. Pemberian sanksi itu pun menjadi kewenangan ke-pala desa (kades) setempat.

“Nanti kades yang akan memu-tuskan. Secara hierarki, itu menjadi kewenangan kades. Nanti yang ber-wenang kades,” jelas Arri.

Oknum perangkat desa itu ditang-kap karena diduga menyimpan uang palsu Rp 2 miliar. Selain dia, ada dua warga luar desa Candisari yang diamankan petugas. Karena polisi melakukan tangkap tangan terhadap pelaku, tindak lanjut seharusnya yakni pemberhentian sementara yang bersangkutan.

Kepala Desa Candisari Setiyadi mengaku sudah melaporkan penang-kapan itu ke Pemerintah Kecamatan Secang. Pemerintah Desa Candi-sari, membuat laporan resmi ke-pada Kecamatan Secang terkait kronologi penangkapan Kasi Pe-merintahan Hariyanto, 44.

Ia didu-ga terlibat dalam proses pembu atan uang palsu. Diharapkan laporan resmi tersebut, nantinya bisa sampai kepada Pe-merintah Kabupaten Magelang.

“Pemerintah desa menyerahkan penanganan kasus ini kepada pe-tugas berwajib,” jelasnya.

Ketua Ketua RT 8/3 dusun setem-pat Kodirin, 53, menjelaskan sebe-lum menjabat perangkat desa, Ha-riyanto bekerja sebagai pedagang kayu. Namun sejak menjadi perang-kat desa, usaha jual beli kayu terse-but berhenti. Ia tak menduga Hari-yanto bisa terlibat kasus uang palsu. Salah satu adik Hariyanto, Muh Kamim, 40, mengungkapkan, jika rumah kakaknya telah dijual sebelum Lebaran.

Namun sejauh ini masih diberikan kelonggaran untuk me-nempati hingga setelah Lebaran ini. Ia tidak mengetahui pasti jika ka-kaknya terlibat kasus tersebut. Namun yang ia ketahui rumah kakaknya dijual karena mempunyai sejumlah utang di bank.

“Kalau dijual berapa dan laku berapa, kami tidak menge-tahui. Yang kami tahu, rumah itu sudah dijual,” katanya.

Kapolres Magelang AKBP Zain Dwi Nugroho menyebutkan, dari peng-gerebekan yang dilakukan Mabes Polri disita sejumlah barang bukti. Antara lain uang palsu yang belum dipotong Rp 2 miliar. Dengan rin-cian Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu sebanyak Rp 1 miliar. Uang palsu yang sudah dipotong Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu juga sebanyak Rp 1 mi-liar. (ady/laz/ong)