MUNGKID – Pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menemukan perguruan tinggi swasta (PTS) abal-abal beberapa waktu lalu. Dengan demikian, ijazah yang dikeluarkan perguruan tinggi itu pun tidak berlaku.

Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah VI Komisariat IV Jawa Tengah memastikan bahwa di Jawa Tengah tidak ada perguruan tinggi abal-abal. “Alhamdulillah, di Jawa Tengah tidak ada PTS abal-abal karena semua clear sebagai PTS yang baik,” ujar Ketua Aptisi Wilayah VI Jawa Tengah HS Brodjo Sudjono saat menghadiri Silaturahim dan Hahal Bihalal Aptisi Wilayah VI Komisariat IV Jawa Tengah di Aula Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang kemarin.

Menurutnya, Aptisi saat ini tidak lagi memposisikan diri sebagai organisasi formal. Melainkan sebagai pamong atau punokawan bagi mereka yang memperjuangkan program pemerintah. Tujuanya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Kehadiran PTS yang berjumlah 90 persen dari empat ribuan perguruan tinggi yang ada di Indonesia, tentu harus dikawal dengan baik,” jelas Brodjo.

Sekretaris Aptisi Wilayah VI Komisariat IV Jawa Tengah Eko Muh Widodo mengatakan, Komisariat IV Wilayah VI Jawa Tengah terdiri atas 21 PTS. Mereka tersebar di wilayah Kedu seperti Magelang, Purworejo, Temanggung, Wonosobo, dan Kebumen.

“Pertemuan ini merupakan pertemuan perdana setelah Aptisi Komisariat IV terbentuk,” kata Eko yang juga Rektor UM Magelang ini.

Sebanyak 40 pimpinan dan pengurus yayasan PTS di wilayah VI Komisariat IV Jateng berkumpul pada kesempatan itu. Acara yang juga dihadiri jajaran dekan UM Magelang ini berisi penjelasan fasilitasi bantuan PTS oleh Tim Kopertis VI Jawa Tengah yang dipaparkan Sumardi.

Berbagai program digulirkan untuk mendorong kegiatan penelitian dan pengabdian. Di antaranya melalui Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) vokasi dan tematik serta penelitian bagi dosen muda.

Ia mengatakan pada 2015 lalu merupakan puncak semangat PTS dalam melakukan kegiatan itu, di mana terdapat 7.273 proposal masuk. Dari jumlah ini, 504 proposal yang dinyatakan lolos seleksi dan mendapatkan dana dari pemerintah. (ady/laz/ong)