JOGJA—KONI DIJ menghimbau kepada pengurus daerah (Pengda) cabang olahraga (cabor) agar kepengurusannya tidak kedaluwarsa. Sebab, hal ini berkaitan dengan legalitas dan pembinaan atlet.

Ketua Bidang Organisasi KONI DIJ Suhartono ST mengatakan, saat ini ada beberapa kepengurusan organisasi cabor yang masa kepengurusannya sudah melewati masa aktif atau kedaluwarsa.

Untuk itu pihaknya menghimbau agar Pengda Cabor yang masa kepengurusannya sudah habis segera menggelar musyawarah daerah (Musda). “Mungkin banyak program yang harus diselesaikan oleh pengurus yang lama dan belum tuntas. Tetapi kami harap Musda secepatnya dilakukan begitu masa kepengurusan selesai,”ujarnya kemarin (22/7).

Menurutnya, kebijakan yang berlaku, setiap organisasi diberi jangka waktu enam bulan setelah masa kepengurusan selesai untuk melakukan Musda. Jika lebih dari waktu tenggat yang diberikan organisasi cabor belum juga melakukan Musda, harus mengantongi surat keputusan dari PengurusBesar (PB) masing-masing cabor yang menyatakan perpanjangan kepengurusan.

Sebab, jika masa kepengurusan organisasi cabor sudah kedaluwarsa, otomatis legalitasnya akan dipertanyakan. Salah satu dampaknya, KONI DIJ tidak bisa memberikan bantuan kepada organisasi cabor yang bersangkutan. Selain itu, legalitas atlet juga akan dipertanyakan, termasuk di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 mendatang. “Karena akan menyalahi aturan jika KONI memberikan bantuan pada organisasi yang secara legalitas ada kecacatan,”ujarnya.

Dari data yang ada, organisasi cabor yang sudah lewat masa aktif kepengurusannya pada 2015 lalu yakni Pengda Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) DIJ yang masa kepengurusannya sudah berakhir pada 26 Juli 2015 lalu dan Pengda Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) DIJ yang berakhir pada 11 Desember 2015. “Kalau PASI merencanakan akan menggelar Musda pada 30 Juli besok, setelah dua minggu kemudian SK keluar tidak jadi masalah.PGSI sudah habis, tetapi sudah Musda Januari kemarin,”ujarnya.

SekumPengda PASI DIJ Bambang Dewanjaya mengatakan, pihaknya telahm enyiapkan Musda yang akan digelar 30 Juli besok. dengan agenda untuk memilih ketua umum dan menyusun kepengurusan periode yang baru. “Memang agak lama prosesnya. Kami juga harus menunggu waktu luang ketua umum kemarin (TeguhRaharjo) yang berdinas di Jakarta,”ujarnya.(dya/din/ong)