Zakki Mubarok/Radar Jogja
SERIUSI KIP: Wagub Paku Alam X (dua dari kiri) saat hadir dalam dialog Gerakan Pengembangan Masyarakat Terpadu (Gerbang Madu) Srimulyo Jilid 5 di Dusun Ngelosari, Srimulyo, Piyungan, kemarin (24/7)
BANTUL – Pemkab serius menggarap kawasan industri Piyungan (KIP). Itu tampak dari seabrek program yang dicanangkan pemkab untuk melengkapi sarana infratruktur di kawasan khusus yang terletak di pojok Bantul tersebut. Salah satunya pembangunan akses jalan menuju KIP dari Jalan Wonosari, atau sebaliknya.

Sekretaris Daerah Bantul Riyantono menyatakan, pemkab telah merancang jalan baru menuju KIP atau sebaliknya. Itu untuk mempermudah akses kendaraan besar yang mengangkut beragam produk industri.

“Sudah kami anggarkan,” tegas Toni, sapannya, menjawab pertanyaan seorang warga dalam acara Gerakan Pengembangan Masyarakat Terpadu (Gerbang Madu) Srimulyo Jilid 5 di Dusun Ngelosari, Srimulyo, Piyungan, kemarin (24/7). Acara ini juga dihadiri Wakil Gubernur DIJ Paku Alam X, jajaran Pemprov DIJ dan Pemkab Bantul.

Pembangunan jalan baru ini bukan tanpa alasan. Sebab, akses jalan menuju KIP tidak memadai. Selain sempit, akses jalan yang melewati beberapa pedukuhan ini juga berkelok-kelok. Kendaraan besar seperti tronton, bakal kesulitan. Menurut Toni, pemkab tidak hanya menganggarkan pembangunan jalan. Tetapi, juga pembebasan lahannya. “Semoga segera menjadi kenyataan,” ujarnya.

Lurah Srimulyo Wajiran membenarkan rencana pembangunan jalan baru menuju KIP. Menurutnya, penyusunan detail engineering desain (DED) jalan baru telah selesai. Dari DED diketahui, panjang akses jalan baru dari Jalan Wonosari menuju KIP sekitar 2,4 kilometer. Rinciannya, Payak Gilik- Bintaran sepanjang 700 meter. Dusun Kabrekan-Jolosutro 1,7 kilometer. “Lebarnya 24 meter. Yang berada di dekat Jalan Wonosari 30 meter lebarnya,” paparnya.

Wajiran menguraikan, status tanah yang menjadi calon jalan baru ini sebagian merupakan milik warga, sehingga pemkab harus mengeluarkan anggaran untuk pembebasannya. Sebagian lagi tanah kas desa, dan sultan ground. “Pembebasan masih berjalan,” tuturnya.

Total luasan wilayah KIP sekitar 300 hektare. Itu tersebar di dua kelurahan. Yakni, Srimulyo, dan Sitimulyo. Menurut Wajiran, luas lahan di Srimulyo yang dijadikan KIP seluas 105,1 hektare. (zam/laz/ong)