BUDI AGUNG/RADAR JOGJA
DUA MANFAAT: Bambang Sadono menyerahkan tokoh wayang Kokrosono kepada Dalang Sunarno Aji Wibowo didampingi Bupati Agus Bastian dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di halaman Pendopo Rumah Dinas Bupati Purworejo Jumat malam (22/7).
PURWOREJO-Anggota Majelis Permusayawaran Rakyat (MPR) memanfaatkan media kesenian tradisional untuk menyampaikan Empat Pilar MPR. Mereka menggaet dalang lokal Purwoerjo Sunarno Aji Wibowo dalam pementasan wayang di halaman Rumah Dinas Bupati Purworejo Jumat malam (22/7).

Rombongan anggota MPR yang dipimpin anggota DPD RI Bambang Sadino mengatakan, cara komunikasi para seniman melalui bebagai adat budaya daerah biasanya akan sangat komunikatif. “Kalau saya pidato satu jam itu, orang ngantuk semua. Tapi kalau nonton wayang bisa semalam suntuk orang bertahan. Wayang tidak hanya menggurui, tetapi juga menghibur,” kata Bambang.

Rombongan anggota MPR RI ini datang bersama Daryanto Mardiyanto (PDIP), Hj Ana Mu’awanah (PKB), Zulpikar Achmad (Demokrat), Abdul Kharis Al Masyahari (PKS) Harry Poernomo (Gerindra) dan Subadri (DPD).

Menurutnya, banyak hal yang bisa dilihat dalam pagelaran wayang bertema Sosialisasi Empat Pilar MPR. Selain tujujuan yang dituju sampai tujuan, masyarakat sekaligus akan menikmati kreativitas cerita dan kreativitas permainan wayang. “Nonton musiknya juga bisa dan sinden kadang-kadang juga menarik perhatian kita. Jadi ini memkang kegiatan sosialisasi yang lebih menarik,” tambahnya.

Menurutnya, jika pemilihan jenis kesenian disesuaikan dengan keberadaan daerah masing-masing. Biasanya sebelum manggung, penggiat seni yang dilibatkan akan di berikan pemahaman mengenai empat pilar MPR antara lain Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Satu poin penting dari pemilihan jenis wayang, dikatakan Bambang, jika jenis kesenian ini semakin terpuruk dan mulai ditinggalkan masyarakat. Untuk itu, dalam hal ini negara harus hadir, dan seperti yang dilakukannya, yang dipilih sekaligus untuk melestarikan jenis kesenian agar tetap ada dan lestari. “Kita harus membela, kalau tidak mereka akan kalah. Dan negara harus mengambil peran artinya membiayai atau memberikan kesempatan (untuk tampil),” kata Bambang. (udi/din/ong)