JOGJA- Teka-teki siapa bakal bertarung dalam bursa Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Jogja 2017 kian benderang. Dua petahana, Haryadi Suyuti (HS) dan Imam Priyono (IP) yang telah pecah kongsi hampir pasti menjadi peserta pilwali. Sementara satu kandidat lagi, Ahmad Syauqi Soeratno berpeluang menjadi kuda hitam. “Nasib” Syauqi bakal ditentukan oleh DPP Partai Gerindra.

Kendati demikian, komposisi peserta pilwali sangat ditentukan lobi-lobi politik antarpartai yang berambisi mengusung calon dalam pilwali.

Sebagaimana diketahui, tokoh Muhammadiyah itu tengah bersaing dengan HS memperebutkan tiket bakal calon (balon) Wali Kota Jogja di tubuh partai besutan Prabowo Subiyanto tersebut. Hasil rekomendasi masih menunggu keputusan DPP Gerindra.

“Masih belum pasti. Yang jelas, dua nama itu (HS dan Syauqi) yang mengembalikan formulir. Otomatis peluang rekomendasi calon wali kota hanya untuk mereka,” ujar Ketua DPC Partai Gerindra Kota Jogja Anton Prabu Semendawai kemarin (25/7).

Anton sedikit memberi bocoran bahwa kans Syauqi menjadi kandidat Gerindra cukup besar. Terlebih, Syauqi mendapatkan dukungan kuat dari pengurus anak cabang (PAC) dan beberapa pengurus di DPC dan DPD Gerindra DIJ. Namun, Anton tak berani berandai-andai tentang siapa yang bakal diloloskan.

“Itu wewenang DPP. Yang jelas, kami siap menjalankan dan memenangkan instruksi DPP,” tegasnya.

Syauqi berpeluang menjadi peserta pilwali jika DPP Gerindra menjatuhkan pilihan untuknya. Jika itu terjadi, bursa pilwali kemungkinan diikuti tiga kandidat tersebut. Dengan catatan, rekomendasi PDIP tatap untuk IP, sebagai satu-satunya balon yang diusulkan DPC. Dengan begitu komposisinya, Gerindra berkoalisi dengan PKS mengusung Syauqi, sedangkan HS diusung Golkar dan PAN, kemudian PDIP mengusung calon sendiri tanpa koalisi.

Sebaliknya, bila partai berlambang garuda emas memilih HS, drama pilwali hampir pasti bakal mempertontonkan dua kekuatan besar yang saat ini menjadi motor Kota Jogja, yakni HS dan IP. HS bakal diusung Gerindra yang berkoalisi dengan Golkar dan PKS. Sedangkan IP disokong PDI Perjuangan dan PAN.

Sementara itu, Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPC PDIP Kota Jogja Antonius Foki Ardiyanto menyatakan bahwa hingga kemarin rekomendasi dari DPP belum turun. Namun, kans IP sebagai calon tunggal PDI Perjuangan cukup kuat. Menyusul instruksi DPP kepada DPC untuk melakukan survei, mencari balon wakil wali kota pendamping IP.

Soal koalisi PDI Perjuangan dan PAN tak lepas atas hasil survei tersebut. Dimana, nama yang muncul adalah kader PAN. “Yang paling kuat adalah Heroe Poerwadi,” bebernya.

Di sisi lain, PKS juga menyiapkan tiga kadernya untuk maju pilwali. Mereka adalah Basuki, Zuhrif Hudaya, dan Dwi Budi Utomo.

“Kami masih terus melakukan konsolidasi internal,” kata Ketua DPD PKS Kota Jogja Muhammad Syafii.(eri/yog/ong)