HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA
BERI KESEMPATAN: Tim pengadaan tanah bandara melayani warga yang mengajukan permohonan pendataan ulang di balai desa Glagah, Temon, Kulonprogo.
KULONPROGO-Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Tim Aprraisal menyebutkan, lebih dari 100 bidang tanah terdampak bandara New Yogyakarta International Airport (NYI A) perlu didata ulang.

Kepala BPN Kulonprogo Muhammad Fadhil mengatakan, pendataan ulang sesuai permintaan warga. Ada lahan yang sama sekali belum didata karena pemilik lahan semula sama sekali menolak. Termasuk WTT. “Ada yang baru terdata secara blok,” katanya di Balai Desa Glagah, kemarin (26/7).

Tim sudah melakukan pendataan ulang sejak beberapa hari terakhir. Kemarin, mereka mendatangi wilayah Bapangan, Sidorejo, dan Kepek, Desa Glagah. Total lahan yang harus didata sebanyak 88 bidang ditambah 20 bidang.

Menurut Fadhil, BPN masih menerima pengajuan dari warga. Itu terutama jika pengajuan pendataan ulang dilakukan secara kolektif.

Sekda Kulonprogo RM Astungkoro menambahkan, pendataan ulang dilakukan sejauh ada pengajuan permohonan warga. Saat ini banyak yang mengajukan permohonan karena ingin mengetahui nilainya. Sebagian lainnya merasa ada perbedaan. Atau menilai hasil pendataan belum sesuai. “Misalnya ada perbedaan nilai di lahan yang saling berdekatan. Jika seperti itu warga diperbolehkan mengajukan pengajuan permohonan pengukuran ulang,” jelasnya.

Kendati demikian, jika metodologi perhitungan sudah benar, permasalahan bisa diselesaikan tim tanpa harus ke lapangan. “Jika warga masih keberatan hasil penilaian, keberatan bisa disampaikan melalui gugatan di pengadilan,” katanya. (tom/din/ong)