Adidaya perdana/radar jogja
HOREEEE: Para perwira remaja (paja) Akademi Angkatan Laut (AAL) melemparkan topi pet ke udara sebagai ungkapan syukur dan bangga atas kelulusan setelah menempuh pendidikan militer kurang lebih 3,5 tahun. Pelantikan paja dilakukan Presiden Jokowi di Kompleks Akmil, Magelang, Jawa Tengah kemarin (26/7).
MUNGKID – Tari kolosal bertema “Untukmu Indonesiaku” menjadi penghujung rangkaian Upacara Prasetya Perwira TNI-Polri 2016 di Lapangan Sapta Marga, Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah kemarin (26/7). Di hadapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan sejumlah menteri serta perwira tinggi TNI-Polri, sekitar 600 taruna dan taruni tampil dengan penuh energik. Tarian itu seolah menjadi simbol bagi 720 perwira remaja (paja) yang akan mengabdi kepada bangsa dan negara di kesatuan masing-masing.

Tarian itu bercerita tentang perjuangan Indonesia memperebutkan kemerdekaan. Mulai gambaran masa Kerajaan Sriwijaya dan Mahapahit hingga kiprah Pangeran Diponegoro. Ditutup dengan aksi teatrikal proklamasi kemerdekaan yang ketika itu diproklamirkan Presiden Soekarno dan wakilnya, Muhammat Hatta.

Presiden Jokowi yang saat itu mengenakan setelan jas hitam hadir di lapangan upacara sekitar pukul 8.30. Didampingi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo juga kompak hadir. Turut hadir bersama rombongan presiden Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menko Polhukam Luhut Pandjaitan dan Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi berpesan kepada para paja agar menjaga sinergitas hubungan antaar TNI-Polri. Jokowi tak ingin mendengar kembali kabar pertikaian yang melibatkan dua instansi penjaga keamanan negara itu. “Stop dan harus disudahi. Ke depan hal ini tidak boleh terjadi lagi,” tutur Jokowi ketika menjadi inspektur upacara.

Presiden juga mengingatkan para paja bahwa perjalanan mereka baru saja dimulai. Menjadi perwira yang setia mengabdi kepada bangsa, negara, dan rakyat. “Reformasi TNI dan Polri adalah kunci menghadapi masa depan. Untuk mengatasi tantangan kedaulatan negara dan kamtibmas,” lanjut Presiden ke-7 RI itu.

Tantangan yang dimaksud tak sebatas pada tindakan dan upaya pengeroposan nilai-nilai Pancasila, aksi kekerasan, serta anarkisme agama dan teroris. Turut menjadi perhatian serius presiden beberapa kasus penyalahgunaan narkoba, penyelundupan, dan perdagangan ilegal.

Tantangan di luar neger juga menjadi sorotan. Isu-isu kompetisi global, permasalahan perbatasan, konflik antar negara, konflik intra negara, peperangan asimetris, perebutan cadangan energi, perlombaan negara-negara berkekuatan militer besar. Maupun berkembangnya ISIS. “Hilangkan ego sektoral, tingkatkan jiwa korsa dan soliditas dan solidaritas TNI-Polri,” katanya.

Jokowi juga meminta para paja memelihara kemanunggalan TNI-Polri dengan rakyat. Prajurit TNI dan anggota Polri diminta responsif. Harus peka dan terus meningkatkan kualitas kinerja secara profesional. Ketika ada kritik masyarakat terkait kinerja TNI – Polri, Jokowi mengimbau agar hal itu dijadikan masukan demi perbaikan kinerja.

“Selamat bertugas para patriot muda. Selamat mengabdi kepada ibu pertiwi,” ucapnya.

Disela upacara presiden menyematkan tanda pangkat kepada perwakilan paja berprestasi dari masing-masing matra. Mereka adalah lulusan terbaik di akademi. Antara lain, Letda Inf Tri Ageng Widhi Nugroho (Akmil), asal Purworejo; Letda Laut (P) Anka Samudera (AAL), asal Padalarang, Jabar; Letda Tek Juliar Dwidya Firmansyah (AAU), asal Tuban, Jatim dan Ipda Nahal Rizaq (Akpol), asal Lampung Selatan.(ady/yog/ong)