JOGJA-Aturan ketat diberlakukan Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) Disdikpora DIJ saat menggelar Pekan Olahraga dan Seni Antarpondok Pesantren Daerah (Pospeda) DIJ 2016. Event tahunan yang akan berlangsung hingga 28 Juli 2016 tersebut, mewajibkan peserta adalah santri pondok pesantren (ponpes). Kegiatan yang berlangsung di GOR Among Rogo dan dibuka kemarin, diikuti 785 atlet dari kabupaten dan kota di DIJ.

“Kami memastikan bahwa mereka yang mengikuti Pospeda benar-benar tercatat sebagai santri pada pondok pesantren (ponpes) bersangkutan” kata Ketua Panitia Pospeda DIJ 2016, Eka Heru Prasetya, kemarin (26/7).

Pospeda DIJ 2016 ini mempertandingkan tujuh cabang olahraga (cabor) dan enam cabang seni. Cabor yang dipertandingkan yakni atletik, bola voli, tenis meja, pencak silat, bulutangkus, futsal dan senam santri. Sedangkan enam cabang seni yang dilombakan yakni qasidah, hadrah, kaligrafi, stand up comedy, pidato dan cipta puisi. Nantinya para pemenang akan menjadi wakil DIJ di ajang Pospenas yang akan diselenggarakan pada 22-28 Oktober mendatang di Banten.

“Pospeda ini sekaligus sebagai ajang kualifikasi, kami berharap mereka bisa tampil yang terbaik dan meraih prestasi di tingkat nasional,” tutur Eka yang kesehariannya menjabat Kepala Seksi Olahraga BPO DIJ.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIJ Baskara Aji mengatakan, pihaknya berkomitmen dan memastikan hanya mengikutsertakan santri di ajang ini. Sehingga di Pospenas nanti, DIJ bisa menjadi contoh salah satu daerah yang berkomitmen mengirimkan atlet ponpes.

“Karena di ajang pospenas banyak daerah yang mengirimkan atlet bukan dari pondok pesantren, kami tidak mau itu terjadi pada kontingen DIJ,” tegasnya.

Menurutnya, pospeda juga salah satu ajang bagi para santri untuk menunjukan bakat dan potensinya terutama di bidang olahraga.

“Kami membuka kesempatan bagi mereka untuk ikut serta di ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda),” tandasnya.(dya/dem)