JOGJA-Menjamu PSIS Semarang pada Sabtu (30/7) mendatang di Stadion Sultan Agung Bantul, PSIM Jogja masih mempunyai banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Allenatore Erwan Hendarwanto berharap bisa meraih poin penuh guna bisa menjaga asa menuju 16 besar, mengingat posisi timnya sebagai tuan rumah. Hanya saja, lini belakang Pangeran Biru yang biasa dihuni Sunni Hizbullah dan kawan-kawan masih sering melakukan kesalahan kecil yang berbuntut besar.

“Masih ada kesalahan-kesalahan kecil yang membuat lawan bisa menyerang,” kata Erwan, kemarin.

Pria yang musim lalu masih menjadi asisten pelatih ini, melihat kesalahan-kesalahan kecil itu tak terlepas dari kurangnya komunikasi antar pemain. Ditambah masih jarangnya komunikasi antar lini ketika lawan menguasai bola.

“Padahal, komunikasi sangat penting agar kesempatan lawan untuk menyerang tidak ada,” tuturnya.

Selain lini belakang, Allenatore Erwan juga masih harus membenahi lini depan. Saat pertandingan terakhir, bertandang ke Persibat Batang, Johan Arga dan kawan-kawan masih kerap terlambat dalam mengambil keputusan. Sehingga, peluang yang ada sering kali gagal membuahkan gol.

“Kalau finishing sudah lumayan, tapi kreasi serangan yang masih kurang. Banyak keputusan di depan yang sering terlambat dilakukan, harusnya sudah diumpan masih dibawa, dan seharusnya dishooting masih ditahan,” paparnya.

Tim yang juga berjuluk Laskar Mataram ini memang tidak memiliki banyak waktu lagi untuk membenahi kekurangan. Poin penuh bisa tetap diraih karena dukungan pemain tim yang saat ini semua dalam kondisi fit. Hanya saja, Pangeran Biru tidak hanya bermodal para pemain yang fit dan semangat saja. Karena lawan yangdihadapi adalah PSIS
yang sudah mengantongi 16 poin dan menjadi pemuncak klasemen grup 4. Sementara PSIM baru mengantongi 8 poin dan berada di peringkat 4.(dya/dem)