MUNGKID – Jumlah calon jamaah haji dari Kabupaten Magelang mengalami peningkatan. Tahun ini, jumlah jamaah yang akan berangkat sebanyak 872 orang. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan dengan jamaah haji yang berangkat tahun 2015. Di mana, tahun lalu sebanyak 830 jamaah.

Sebelum berangkat, mereka melakukan manasik haji di lingkungan Setda Kompleks Pemkab Magelang. Manasik haji dilakukan untuk bekal bimbingan sebelum berangkat. Harapannya, para calon jamaah lebih siap lahir batin saat menjalankan ibadah haji nanti.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Magelang Bambang Marjono menyampaikan, maksud diadakan manasik haji untuk memberikan bekal awal. Juga bekal pengetahuan soal penyelenggaraan ibadah haji. Selain itu, para calon jemaah haji mendapat informasi dan gambaran tentang situasi, kondisi, dan kemungkinan yang akan terjadi saat di tanah suci.

“Selama perjalanan maupun di tanah suci,” kata Bambang Selasa (26/7).

Bupati Magelang Zaenal Arifin mengatakan, keberangkatan ke tanah suci untuk memenuhi panggilan Allah SWT. Mereka berhaji untuk menunaikan rukun Islam yang kelima. Yakni, ibadah haji. Keberangkatan ke tanah suci merupakan anugerah dan karunia yang besar serta menjadi dambaan setiap umat muslim di seluruh dunia.

“Kami minta para calon jamaah selalu menjaga kebersamaan, kekompakan, dan kerja sama. Juga saling menghormati sesama tamu Allah dan menjaga nama baik bangsa dan negara dengan mentaati aturan, norma, dan ketentuan yang berlaku,” pinta Zaenal.

Pada jamaah calon haji dari Kabupaten Magelang, Zaenal mengingatkan untuk meluruskan niat. Artinya, ibadah haji yang akan dilaksanakan hanyalah mengharapkan ridho Allah semata. Selain itu, para calon jamaah haji agar bias menunaikan ibadah haji dengan tertib dan sesuai tuntunan syariat.

“Setelah melaksanakan ibadah haji bisa mendapatkan predikat haji yang mabrur,” harapnya.(ady/hes)