MAGELANG – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Magelang mengenalkan Gerakan Peduli Siswa (GPS). Ini merupakan tindak lanjut program 100 hari Wali dan Wakil Wali Kota Magelang. Tujuannya meningkatkan mutu layanan jasa pendidikan.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Disdik Kota Magelang Saryanto Andi Prabowo mengatakan, GPS bertujuan mencegah dan memantau kemungkinan munculnya kenakalan peserta didik. Gerakan ini muncul ketika banyak ditemui tindak kenakalan pelajar. Upaya pencegahan penting dilakukan agar tak lagi terjadi kenakalan pada anak muda.

“Gerakan ini menyasar seluruh sekolah. Mulai PAUD sampai SMA sederajat,” kata Saryanto di sela halal bil halal guru se-Kota Magelang di Gedung Tri Bhakti, Rabu (27/7).

Ia mengatakan, program GPS dikenalkan serentak di seluruh sekolah di Kota Magelang. Ada empat strategi gerakan. Yakni, gerakan pencegahan kenakalan siswa, gerakan penumbuhan budi pekerti, gerakan proses belajar-mengajar yang efektif-efisien, dan gerakan infak atau shodaqoh.

“GPS diawali pencanangan bersama, sosialisasi, perencanaan, pelaksanaan, monitoring evaluasi, penilaian, dan penghargaan. Pada momen halal bi halal ini, kami sosialisasikan GPS ke seluruh peserta yang berjumlah 3 ribu guru,” jelasnya.

Dengan GPS, diharapkan tingkat kenakalan siswa berkurang dan karakter kepribadian pelajar menjadi baik.

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito menyambut baik adanya GPS yang diprakarsai Disdik. GPS dinilainya bisa meningkatkan kedisiplinan siswa dan mampu bertanggung jawab atas apa yang diperbuatnya.

“Juga komitmen kami untuk meningkatkan mutu layanan jasa pendidikan. Pendidikan menjadi utama untuk ditingkatkan. Terlebih, kota ini juga menyandang predikat Smart City, sehingga diharap GPS semakin mengukuhkan kecerdasan Kota Magelang,” kata Sigit.(nia/hes)