SLEMAN – Meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas di Jogjakarta yang melibatkan usia produktif dan pelajar membuat PT Jasa Raharja prihatin. Sebagai bentuk keprihatinan tersebut, PT Jasa Raharja DIJ menggelar sosialisasi aman berkendara dan tata cara pengurusan santunan kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum di SMAN 2 Ngaglik, Sleman, Kamis 28/7).

Pada kesempatan tersebut, Kepala SMAN 2 Ngaglik Sleman Darwito SPd mengatakan setiap orang yang berkendara tidak berharap kecelakaan. Namun, ketika sudah berhati-hati terkadang terlibat kecelakaan. Karena itu, para siswa membutuhkan bagaimana aman berkendara yang aman.

“Sosialiasasi ini sangat bagus supaya para pelajar aman ketika berangkat dan pulang sekolah,” kata Darwito.

Humas PT Jasa Raharja DIJ Wahyu Agung mengatakan, siapa pun tidak ingin mengalami kecelakaan. Agar tidak mengalami musibah kecelakaan, Wahyu meminta para pelajar mentaati dan mematuhi rambu lalu lintas seperti tidak ngebut, tidak menggunakan telepon saat mengemudi, tidak
menerobos lampu merah. “Jangan lupa mengenakan helm,” kata Wahyu.

Wahyu menerangkan, setiap pengendara dan penumpang kendaraan bermotor yang mengalami kecelakaan lalu lintas dipastikan mendapatkan santunan dari Jasa Raharja kecuali kecelakaan tunggal. Namun, untuk mengurus santunan ada sejumlah syarat. Seperti harus laporan polisi (LP), STNK, KTP, dan bukti keterangan dari tim medis/ rumah sakit/ puskesmas/ klinik. “Jika mengalami kecelakaan atau mengetahui ada kecelakaan, mohon langsung hubungi kantor polisi terdekat atau Jasa Raharja,” kata Wahyu.(mar/hes)