RADAR JOGJA FILE
BIKIN BANGGA : Tim Putri SMAN 4 Jogja dan Tim Putra SMA Kolese De Britto ( JB) saat merayakan keberhasilannya menjadi champion di ajang Honda DBL D.I Jogjakarta Series 2015 silam. Tahun ini mereka kembali mematok target tinggi untuk memenangi lagi kompetisi bola basket pelajar paling bergengsi ini.
JOGJA- Gelaran kompetisi bola basket pelajar terbesar se Indonesia siap digelar. Ya, mulai besok hingga 13 Agustus mendatang, Honda DBL D.I Jogjakarta Series 2016 akan mulai bergulir di GOR Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Seperti penyelenggaran tahun-tahun sebelumnya, kompetisi basket pelajar ini selalu menjadi magnet. Setiap hari ribuan suporter akan memberikan dukungan kepada tim tim basket, dance, dan tim jurnalis sekolahnya. Gemuruh pekikan penyemangat para supporter ini akan segera menggetarkan GOR UNY.

Tahun lalu, Jogja sukses memecahkan rekor jumlah penonton di final party. Sekitar 12.000 pasang mata menjadi saksi laga seru antara Tim Putri SMAN 4 Jogja kontra SMKN 1 Bantul Juga laga sarat gengsi di pertandingan pamungkas antara SMA Kolese De Britto ( JB) melawan SMAN 4 Jogja ( Patbhe).

Nah, tahun ini, baik JB maupun Patbhe sama-sama memancang target tinggi. Mereka ingin mengulang sukses dan menjadi champion. Kira-kira seperti apa materi mereka tahun ini?
Kapten JB Hilarius Brian mengungkapkan, persiapan sudah dilakukan sejak lama. Latihan keras harus dilakoni meskipun harus membagi waktu antara kegiatan sekolah dengan liburan. “Tapi dengan waktu yang relative singkat ini kami tetap menggenjot latihan habis-habisan,” jelasnya.

Headcoach JB Niko Andrean menambahkan, porsi latihan yang diberikan tidak jauh berbeda dengan hari-hari biasa. Namun, intensitasnya ditambah beberapa jam di setiap minggu. Menurutnya, De Britto tetap mengedepankan campaign positif. Yakni study first, yang sejalan dengan visi DBL yaitu student athlete. Bahwa pelajar boleh bermain basket. Tetapi mereka harus tetap belajar. “Puji Tuhan tahun ini mereka naik kelas dengan nilai yang sangat baik. Itulah prestasi yang sebenarnya untuk kami,” jelasnya.

Di sisi lain Headcoach Patbhe Aryo Rumbono mengatakan ada perubahan dari segi materi pemain. Tahun lalu Patbhe memiliki cukup banyak big man. Tahun ini mereka beralih dengan pemain perimeter yang memanfaatkan speed dan kemampuan long shoot. ” Tidak ada perubahan kalau dari segi filosofi melatih. Saya tetep tekankan anak-anak bahwa setiap pemain di posisi apapun. Harus bisa lari. Karena kami akan mengefektifkan point dengan pola run and gun,” kata Aryo.

Most Valuable Player (MVP) Honda DBL D.I Jogjakarta Series 2015 serta DBL All Star di tahun yang sama Muhammad Athar dari Patbhe menyebutkan tahun ini banyak latihan untuk meningkatkan stamina. “Kuncinya stamina. Dengan punya banyak stamina kita bisa menjalakan defend dan offense dengan baik,” katanya.

Tentu, tidak hanya tim-tim ini yang sudah tidak. Semua tim sekarang sedang sibuk mempersiapkan diri. Persiapan matang itu akan mereka buktikan di lapangan nanti. Jadi, jangan lupa mampir di GORE UNY. Dan rasakan euforianya. ( ata/din/ong)