SLEMAN – Saat sosialisasi aman berkendara yang dilakukan PT Jasa Raharja, banyak pertanyaan aneh yang dilontarkan pada para siswa. Ini terjadi saat sosialisasi aman berkendara dan tata cara pengurusan santunan kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum di SMAN 2 Ngaglik, Sleman, Kamis (28/7).

Seorang siswa bernama M. Hilmi bertanya, bagaimana saat pengendara sepeda motor menabrak hewan kemudian jatuh dan luka-luka. “Apakah ia berhak mendapatkan santunan Jasa Raharja atau tidak,” tanya Hilmi.

Kontan pertanyaan itu disambut geerr oleh teman-temannya. Namun, pertanyaan itu cukup sederhana dan banyak yang tidak tahu. Dengan sabar, Humas PT Jasa Raharja DIJ Wahyu Agung menjawab pertanyaan tersebut. Menurut Wahyu, pengemudi kendaraan bermotor tersebut tidak berhak mendapatkan santunan. Sebab, lawan kecelakaan bukan kendaraan bermotor melainkan hewan.

“Yang dapat itu kalau sama-sama kendaraan bermotor. Seperti sepeda motor, bus, taksi, atau kereta api,” papar Wahyu.

Ditambahkan Wahyu, saat ini terjadi peningkatan angka kecelakaan lalu lintas di Jogjakarta. Kebanyakan kecelakaan tersebut melibatkan usia produktif dan pelajar. Karena itu, PT Jasa Raharja berinisiatif melakukan sosialisasi tersebut. Untuk kegiatan ini, Jasa Raharja menggandeng Radar Jogja Online (radarjogja.co). “Kami menggandeng Radar Jogja Online dan rencananya ada 15 sekolah hingga akhir tahun,” imbuh Wahyu.

Penanggung Jawab Radar Jogja Online Frietqi Suryawan mengaku, kerja sama ini menandai bahwa media yang dipimpinnya memiliki kepedulian pada anak muda dan sopan santun di jalan raya.

“Kami tidak ingin generasi muda yang akan meneruskan kepemimpinan di negeri ini berkurang karena kecelakaan yang seharusnya tidak terjadi,” tegas Demang-sapaan akrab Frietqi Suryawan. (mar/hes)