BUDI AGUNG/RADAR JOGJA
PERAWATAN INTENSIF: Dua siswa SDN Krandegan Bayan dipasang infus karena masih merasakan kepala pusing dan muntah-muntah di RSUD dr Ttitrjowardojo Purworejo, kemarin (28/7).
PURWOREJO – Enam siswa kelas 5 SDN randegan, Kecamatan Bayan harus dilarikan ke RSUD dr Tjit-rowardojo kemarin pagi (28/7).

Penyebabnya, mereka muntah-muntah usai mengonsumsi nasi kuning yang dijajakan penjual keliling warga Krandegan.Setelah mendapatkan perawatan, selang dua jam empat di antaranya yakni Aji Prasetyo, Daffa Ramadhan, Nayla Aisyandita, dan Wafiq Nur Rohma diperbolehkan pulang.

Se-dangkan dua lainnya Diah Septi Wahyuni dan Muhammad Nizam Aulia masih harus dilakukan ob-servasi medis karena masih mera-sakan pusing dan muntah-muntah.Salah satu korban Wafiq Nur Rohman mengatakan, dia langsung muntah saat mengkonsumsi nasi kuning di sendokan pertama. Ma-kanan dirasakannya sangat pahit.

“Rasanya pahit kaya obat. Langs-ung saya muntah,” kata Wafiq.Menurutnya, hampir sebagian besar temannya mengkonsumi nasi tersebut. Tetapi yang menga-lami keracunan hanya enam anak.Sementara yang lain tidak men-galami kejadian serupa.

“Sehari sebelumnya, si pedagang membawa dalam jumlah banyak. Tapi anak-anak kami pulangkan awal karena guru ada kegiatan,” kata Kepala SDN Krandegan, Sri Sundari.

Pedagang diduga membawa pulang barang dagangannya dan menjual kembali di hari berikutnya. Padahal selama ini, anak-anak yang mem-beli makanan itu tidak pernah men-galami keracunan usai mengkon-sumsi nasi kuning.

“Yang mengkon-sumsi adalah anak kelas 5 yang baru saja selesai olahrga,” tambahnya.

Dokter jaga, dr Katarina Probo-siwi mengatakan belum menge-tahui secara pasti penyebab kera-cunan siswa. Hanya dikatakan jika anak ada bahan tertentu yang ditolak tubuh. Sehingga dimun-tahkan. (udi/din/ong)