SETIAKY A. KUSUMA/RADAR JOGJA
DIALOG: Danramil 01/Jetis Kapten Inf Soleh (dua depan) saat mengadakan sosialisasi kerukunan umat beragama di Kelenteng Poncowinatan, Kranggan, Jetis, Jogja, kemarin (31/7).
JOGJA – Kejadian di Tanjung-balai, Sumatera Utara menimbul-kan keprihatinan. Diharapkan kondisi serupa tidak merembet ke daerah-daerah lain, termasuk Jogja. Berangkat dari situ, Komando Distrik Militer (Kodim) 0734/Jog-jakarta mengadakan sosialisasi kerukunan umat beragama di Kelenteng Poncowinatan, Krang-gan, Jetis, Jogja, Minggu (31/7).

Hal itu dilakukan untuk anti-sipasi merembetnya kerusuhan di Tanjungbalai, Sumatera Utara. Kegiatan sosialisasi kemarin dipimpin Danramil 01/Jetis Kapten Inf Soleh.

Di tempat yang sama, Dandim 0734/Jogjakarta Letkol Inf Hotlan Maratua Gurning menyebutkan, kegiatan sosialisasi dilakukan berdasarkan perintah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Dalam perintah Panglima TNI disebutkan seluruh jajaran di-minta lebih meningkatkan upaya pembinaan toleransi an-tarumat beragama di wilayah nya masing-masing
Meskipun di daerah tersebut telah terjalin toleransi antarumat beragama dengan baik, seperti di Kota Jogja.

“Dari instruksi itu kami turunkan ke anggota. Salah satunya seperti yang dilakukan Koramil Jetis yang kebetulan di wilayahnya terdapat kelenteng,” ungkapnya.

Pihaknya juga menegaskan tidak hanya tokoh agama yang diajak bekerja sama oleh Babinsa, namun juga tokoh pemuda, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan elemen-elemen penting lainny. Itu dilakukan agar stabilitas ke amanan di wilayah Kota Jogja selalu terjaga.

“Apabila hal ini sudah dilakukan dengan baik maka masalah intoleransi bisa dihindari,” ungkapnya.

Ketua Majelis Tinggi Agama Konghucu (Makin) DIJ Cucu Rohyana mengaharapkan, Kota Jogja selalu kondusif dan tidak terjadi seperti di Tanjungbalai. Sebab, menurutnya, perusakan tempat ibadah mencoreng ke rukuran umat beragama.

“Jangan sampai terjadi Kota Jogja, karena selama ini kerukunan umat di Jogja sudah terjalin baik,” tuturnya.

Dia mengaku sempat muncul sedikit kekhawatiran kondisi di Tanjungbalai berimbas ke Jogja. Terlebih melihat pemberitaan di beberapa media. Namun, dia meminta warga Konghucu di Jogja tetap tenang dan memper-cayakan penyelesaian peristiwa tersebut pada pihak berwenang.

“Yang di Jogja tetap tenang, karena di Jogja ketika ada permasalahan TNI dan Polri responsnya lebih cepat. Warga Jogja juga lebih cerdas dan tidak mudah terprovokasi,” ungkapnya. (riz/ila/ong)