ZAKKI MUBAROK/RADAR JOGJA
OLAH TKP: Petugas Polsek Bantul mengambil barang bukti berupa pecahan kaca dan tiga batu berukuran kepalan tangan orang dewasa di Kantor DPC PDIP, kemarin (31/7).
BANTUL – Agenda syawalan yang digelar DPC PPP Bantul kemarin (31/7) berbuntut panjang. Belasan orang yang diduga simpatisan partai berlambang kakbah tersebut melempari kantor DPC PDIP Bantul usai menghadiri syawalan di gedung Gapensi. Akibatnya, kaca kantor DPC PDIP yang terletak di Jalan Lingkar Timur Gempolan Wetan, Trirenggo, Bantul itu pecah.

Aksi anarkistis ini terjadi sekitar pukul 13.05. Kala itu, kondisi kantor DPC PDIP lengang. Hanya menyisakan satu petugas keamanan yang tengah membersihkan berbagai peralatan di ruang belakang. “Karena hari libur kondisinya sepi,” jelas Ketua DPC PDIP Aryunadi saat meninjau kerusakan kantor, kemarin
Aryunadi semula enggan menduga-duga siapa pelakunya. Namun, sejumlah warga sekitar kantor DPC memberikan informasi bahwa pelakunya memang merupakan simpatisan PPP. Itu tampak dari atribut yang mereka gunakan. Selain itu, para pelaku yang diperkirakan berjumlah 15 orang ini sempat berhenti di pinggir jalan, persisnya di timur kantor DPC untuk mengambil batu.

Usai syawalan, lanjut Aryunadi, ada beberapa rombongan simpatisan PPP yang melintas di depan kantor DPC PDIP. Hanya, sikap mereka seperti pengguna jalan pada umumnya. Toh, saat itu ada beberapa petugas kepolisian yang berjaga di sekitar kantor DPC.

Aksi anarkistis dilakukan oleh rombongan terakhir. Usai petugas kepolisian bergegas meninggalkan kantor DPC PDIP. “Ada banyak warga yang melihat,” tandasnya.

Sebagai pimpinan partai, politikus PDIP asal Sewon ini sempat meminta klarifikasi kepada DPC PPP terkait hal ini. Menurutnya, DPC PPP sudah menyampaikan permintaan maaf. Lebih dari itu, DPC PPP juga berjanji akan melakukan pembinaan terhadap para pelaku pelemparan.

“Pihak PPP juga sudah datang ke kantor untuk ngaruhke,” ungkapnya.

Kendati sudah ada komunikasi, DPC PDIP tetap melaporkan kejadian ini ke Polsek Bantul. Tujuannya, agar aparat penegak hukum berjaga-jaga mengantisipasi beberapa pihak yang ingin memperkeruh suasana. Aryun, sapaannya, menegaskan tidak hanya PDIP yang dirugikan atas insiden pelemparan ini. PPP juga sama. Alasannya, insiden ini dapat menjatuhkan citra partai yang lekat dengan warna hijau ini. “Siapa tahu ada yang numpang dengan menggunakan atribut PPP,” tuturnya.

Sekretaris DPC PPP Bantul Eko Sutrisno Aji sudah mendengar aksi pelemparan ini. Menurutnya, pengurus DPC PDIP juga sudah berkomunikasi dengan dirinya. Kendati begitu, politikus PPP asal Pandak ini bakal menindaklanjuti insiden ini di rapat internal DPC. “Terkait benar tidaknya mereka dari rombongan PPP,” ujarnya.

Dari pantauan, petugas Polsek Bantul sudah melakukan pengecekan di kantor DPC PDIP. Beberapa petugas tampak mengambil sejumlah barang bukti dari ruangan yang terletak paling barat kantor DPC ini. Antara lain, pecahan kaca dan tiga batu seukuran kepalan tangan orang dewasa.

“Sudah kami cek. Nanti kami juga membuat laporannya,” jelas Panit I Unit Reskrim polsek Bantul Ipda Slamet.

Satu hari sebelumnya, beredar sejumlah pesan imbauan yang tersebar di aplikasi messenger. Dalam pesan itu, disebutkan ada dua partai besar yang mengadakan acara di hari yang sama. Sehingga warga diimbau untuk waspada. Memang bukan sekali dua kali saja aksi anarkistis terjadi bersamaan dengan digelarnya acara partai atau ormas. Sebelumnya, pada Juni lalu terjadi pembacokan simpatisan PPP usai mengikuti acara buka bersama di Parkir Ngabean.

Minta Para Relawan Dukung Kebijakan Pemkab
Sementara itu, acara syawalan yang digelar DPC PPP Bantul digunakan sebagai ajang konsolidasi. Bupati Bantul Suharsono meminta seluruh relawan pendukungnya yang bernaung di partai berlambang Kakbah ini mendukung penuh setiap kebijakannya. “Marilah mendukung kebijakan yang saya buat,” pinta Suharsono dalam sambutannya.

Sebagaimana diketahui, tidak sedikit kelompok simpatisan PPP yang menjadi relawan pemenangan pasangan Suharsono-Abdul Halim Muslih saat masa kampanye. Walaupun struktur kepengurusan PPP menjatuhkan pilihan kepada pasangan Sri Surya Widati-Misbakhul Munir.

Suharsono berjanji setiap kebijakannya bakal membawa keuntungan bagi warga Bantul. Terutama, dalam bidang penekanan angka pengangguran dan pengentasan kemiskinan. Itu akan dibuktikannya kala membuka pintu kepada setiap investor yang akan menanamkan modalnya di Bantul. Di kawasan industri Piyungan, misalnya, setiap investor disyaratkan memprioritaskan warga pribumi sebagai pekerja.

Belum lagi adanya rumah sakit yang akan dibangun di wilayah Sewon. Dengan begitu, warga Bantul tak perlu merantau ke luar daerah untuk mencari lapangan pekerjaan. “Jangan sampai anak-anak Bantul nganggur sehingga minum-minuman oplosan dan judi,” ucapnya.

Ketua DPC PPP Bantul Bariq Ghufron menegaskan, PPP bakal mendukung pemerintahan Suharsono-Halim. Begitu pula dengan kebijakannya. Kebijakan pendirian mal, misalnya. DPC PPP melalui fraksinya di DPRD Bantul bakal mendukung kebijakan bupati yang akan membangun mal di wilayah penyangga ini. Kendati begitu, DPC PPP tetap bakal bersikap kritis terhadap pemerintah andai ada kebijakan yang dinilai tak pro rakyat. “Asal untuk kepentingan rakyat pasti kami dukung,” tegasnya. (zam/ila/ong)