Kembangkan Bakat Sepak Bola Sedini Mungkin

Liga Pelajar U-16 merupakan program berjenjang dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Kejuaraan yang untuk Region Sleman bergulir mulai Selasa (26/7) lalu, bertujuan meningkatkan prestasi sepak bola di kancah internasional. Hal ini tidak lepas posisi Indonesia saat ini, tertinggal dari negara-negara ASEAN seperti Thailand, Vietnam, dan Malaysia.

Tri Yulianto – Sleman
Ketua Panitia Pelaksana Nasional Liga Pelajar Mohamad Kusnaeni mengatakan, kemenpora menilai salah satu penyebabnya adalah kurangnya pembinaan usia dini. Melalui Liga Pelajar ini, kemenpora berharap bisa mewadahi bakat-bakat usia muda untuk mengembangkan bakatnya sedini mungkin. Selain menggelar Liga Pelajar U-16, juga diselenggarakan kompetisi untuk U-12 ,U-14, dan U-18 atau biasa dikenal dengan Liga Santri.

“Untuk pembibitan usia dini, kami mengadakan kompetisi nasional di usia genap. Mulai dari 12, 14, 16, dan 18 tahun. Harapannya kami bisa menjadi wadah bagi mereka untuk terus mengembangkan bakatnya khususnya di bidang sepak bola,” katanya, kemarin.

Menurut Kusnaeni, dengan adanya Liga Pelajar ini diharapkan bisa menjadi dasar yang kuat dalam meningkatkan kualitas pemain. Dengan kompetisi yang berkesinambungan, dari usia dini hingga usia menengah, membuat pemain bisa merasakan tingkatan kompetisi yang mereka ikuti. Hingga akhirnya di usia 18 tahun, pemain bisa menentukan untuk lanjut bermain sebagai pemain profesional atau memilih untuk melanjutkan study di bangku kuliah.

“Kompetisi bukan untuk tujuan satu-dua tahun ke depan tapi hingga 10 tahun ke depan. Di usia 20 tahun maka pemain akan menjadi matang karena mereka terus mengikuti kompetisi dengan level yang terus meningkat,” tegasnya.

Liga Pelajar U16 Piala Kemenpora Region Sleman resmi dibuka pada 26 Juli di Stadion Tridadi, Sleman. Acara pembukaan, dilanjutkan dengan pertandingan perdana antara SSB AMS melawan SMA 1 Seyegan. Pembukaan yang dijadwalkan akan dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi diwakili oleh Anggota DPR Komisi X MY Esti Wijayanti.

Liga ini baru berjalan di 32 provinsi dari total 34 provinsi yang ditargetkan menggelar kompetisi ini. Dua provinsi yang saat ini belum menggelar Liga pelajar adalah Papua Barat dan Kalimantan Selatan. Ajang ini diselenggarakan untuk mencari bibit-bibit pemain yang nantinya akan dipersiapkan untuk membentuk Tim Nasional U-17 yang akan berlaga di event internasional di India dan Spanyol di tahun 2017. Liga pelajar ini nantinya akan dipilih 40 pemain yang akan diseleksi kembali saat training center.

Liga pelajar di setiap provinsi akan dibagi menjadi beberapa region sesuai dengan kabupaten masing-masing provinsi. Nantinya, juara dan runner up di tiap-tiap daerah akan dipertemukan untuk mencari satu pemenang yang akan mewakili DIJ di tingkat Nasional.

Tingkat Nasional akan diselenggarakan di Jakarta pada bulan Agustus untuk mencari delapan tim terbaik. Setelah itu, babak final akan diselenggarakan di Gelora Sidoarjo pada bulan September. Laga final Liga Pelajar U-16 akan diadakan berbarengan dengan Hari Olahraga Nasional yang jatuh pada 9 September mendatang.***